Pengirim: Intan Ramadhani Hafid
PAREPARE β Sampah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang paling sulit ditangani di kawasan perkotaan dan pesisir. Kondisi itu mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan berbagai program inovatif di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.
Langkah awal pengabdian tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Program Kerja yang berlangsung di Kantor Kelurahan Sumpang Minangae, Jumat (10/7/2026).
Selama kurang lebih 34 hari, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program berbasis lingkungan yang menyasar persoalan sampah rumah tangga, sampah plastik pesisir, kualitas air bersih, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah bernilai ekonomi.
Koordinator Kelurahan (Korkel) KKN-T Gelombang 116 Sumpang Minangae, Andi Ariendra Bintang Pallampa, menjelaskan bahwa seluruh program yang disusun berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Yang paling menarik perhatian adalah program unggulan kelompok bertajuk “Konsep Ecobrick: Inovasi Limbah Plastik sebagai Media Guna Pakai yang Bernilai Jual.”
Melalui program ini, mahasiswa ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah plastik.
Bukan lagi sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk fungsional sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Program tersebut akan melibatkan masyarakat, sekolah, hingga berbagai pemangku kepentingan di Kelurahan Sumpang Minangae.
Tak hanya satu program, mahasiswa juga membawa delapan program individu yang masing-masing dirancang berdasarkan disiplin ilmu peserta KKN.
Salah satunya adalah program “Satu Perahu Satu Karung (SPSK)” yang menyasar nelayan pesisir Parepare.
Melalui program tersebut, setiap perahu nelayan akan didorong memiliki karung khusus untuk menampung sampah selama melaut agar tidak lagi dibuang ke laut.
Ada pula program Gerakan Cek Air Bersih, yang mengajarkan masyarakat melakukan pemeriksaan kualitas air secara sederhana.
Mahasiswa juga memperkenalkan metode Takakura untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang lebih bermanfaat.
Di bidang pendidikan lingkungan, siswa sekolah dasar akan diajak mengubah limbah tutup botol menjadi produk kreatif bernilai jual.
Sementara limbah plastik lainnya akan dimanfaatkan menjadi tempat sampah fungsional melalui program EcoBin yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Tak hanya masyarakat umum, pelaku UMKM juga menjadi sasaran program mahasiswa melalui penerapan Green SOP, yakni tata kelola usaha yang lebih ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah.
Seluruh program tersebut mendapat respons positif dari pemerintah setempat.
Lurah Sumpang Minangae, Iqbal, S.E., menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dibawa mahasiswa Universitas Hasanuddin.
Menurutnya, program-program tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang saat ini semakin membutuhkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan.
Dukungan serupa juga disampaikan pihak Kecamatan Bacukiki Barat yang berharap seluruh kegiatan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Masyarakat yang hadir dalam seminar juga menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa KKN berlangsung.
Dengan mengusung tema pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN-T Unhas berharap Kelurahan Sumpang Minangae tidak hanya menjadi lokasi pengabdian, tetapi juga menjadi contoh bagaimana sampah yang selama ini dianggap masalah dapat diubah menjadi peluang, kreativitas, dan sumber manfaat bagi masyarakat. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Parepare Hari Ini .
