Oleh: Edy Basri

Saya sering mendapat pertanyaan seperti ini:

“Pak, saya punya informasi. Bisa dimuat di Katasulsel?”

Ada juga yang mengirim foto kejadian. Ada yang mengirim video. Bahkan ada yang hanya mengirim satu kalimat pendek: β€œPak, tolong beritakan.”

Masalahnya, redaksi bukan dukun.

Berita tidak lahir dari satu foto. Tidak cukup hanya dari satu kalimat. Apalagi kalau tidak jelas siapa pengirimnya.

Karena itu, Katasulsel.com akhirnya membuka satu pintu baru.

Namanya: KATASULSEL Reporter Tamu.

Ini bukan sekadar formulir kirim berita. Ini adalah ruang bagi pembaca untuk ikut menjadi mata dan telinga redaksi di lapangan.

Siapa pun bisa mengirim informasi.

Dari desa.

Dari sekolah.

Dari pasar.

Dari lapangan sepak bola.

Dari kegiatan komunitas.

Bahkan dari sudut kampung yang selama ini tidak pernah tersentuh media.

Tapi ada satu hal yang harus dipahami sejak awal.

Jangan membayangkan setiap kiriman langsung tayang.

Tidak.

Di dunia jurnalistik, tidak ada istilah “asal kirim langsung terbit”.

Saya, selaku Pemimpin Redaksi Katasulsel.com, Edy Basri, menegaskan seluruh kiriman tetap harus melewati meja redaksi.

Ada proses pemeriksaan.

Ada proses penyuntingan.

Ada proses verifikasi.

β€œSemua kiriman wajib memenuhi syarat pengisian formulir. Setelah itu redaksi akan melakukan peninjauan dan pengeditan. Hanya kiriman yang memenuhi standar redaksi serta sesuai prinsip dan kaidah jurnalistik yang dapat diterbitkan,” katanya.

Bahasa sederhananya begini.

Kalau informasinya tidak jelas, ya tidak tayang.

Kalau datanya tidak lengkap, ya dikembalikan.

Kalau isinya fitnah atau tidak bisa dipertanggungjawabkan, ya berhenti di ruang draft.

Karena Katasulsel tidak mau menjadi tempat parkir informasi liar.

Maka sistem Reporter Tamu dibuat lebih disiplin.

Semua kolom wajib diisi.

Tidak ada lagi ruang kosong.

Nama pengirim harus jelas.

Nomor WhatsApp harus aktif.

Lokasi kejadian harus ditulis.

Naskah berita harus lengkap.

Foto pengirim wajib ada.

Foto peristiwa juga wajib dilampirkan.

Kenapa harus serinci itu?

Karena redaksi perlu tahu siapa yang mengirim dan dari mana informasi itu berasal.

Yang menarik justru ada di balik layar.

Sistem terbaru ini sudah bekerja otomatis.

Foto berita yang diunggah akan langsung menjadi gambar utama artikel.

Sementara foto pengirim akan tampil dalam bentuk bulat di bagian atas berita saat artikel diterbitkan.

Wajah pengirim ikut muncul.

Namanya ikut tercantum.

Mirip reporter sungguhan.

Namun tetap dengan satu pengaman penting.

Semua kiriman otomatis masuk sebagai draft.

Tidak langsung tayang.

Tidak bisa dilihat publik.

Hanya administrator yang bisa membuka, memeriksa, mengedit, lalu memutuskan apakah berita itu layak naik ke halaman Katasulsel.com atau tidak.

Ini penting.

Karena kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi.

Dan partisipasi publik tidak boleh mengorbankan kualitas berita.

Yang juga menarik, sistem ini dibuat sesederhana mungkin.

Tidak memakai Custom Post Type (CPT).

Tidak menambah tabel database.

Tidak memasang fitur-fitur berat yang membuat website ngos-ngosan.

Ringan.

Cepat.

Tetap aman.

Harapannya sederhana.

Banyak kejadian penting di Sulawesi Selatan yang tidak pernah sampai ke media.

Bukan karena tidak penting.

Tetapi karena tidak ada yang melaporkan.

Padahal berita sering lahir dari orang biasa yang kebetulan berada di lokasi yang tepat pada waktu yang tepat.

Kini kesempatan itu dibuka.

Kalau Anda melihat sesuatu yang layak diketahui publik, kirimkan.

Kalau ada kegiatan positif di kampung Anda, kirimkan.

Kalau ada prestasi sekolah, komunitas, atau desa yang belum tersentuh pemberitaan, kirimkan.

Siapa tahu cerita dari tempat Anda menjadi berita yang dibaca ribuan orang hari itu.

Dan mungkin, tanpa disadari, Anda sedang menjalankan pekerjaan seorang wartawan.

Bedanya, kali ini statusnya masih satu:

Reporter Tamu Katasulsel.com. (*)