Jakarta, Katasulsel.com – Belakangan ini banyak masyarakat menemukan istilah desil saat mengecek data bantuan sosial (bansos) maupun informasi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Tak sedikit yang kemudian bertanya-tanya, apa arti desil, bagaimana cara pemerintah menentukannya, dan apakah status desil berpengaruh terhadap peluang seseorang menerima bantuan sosial.

Istilah tersebut memang menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari setelah pemerintah menjadikan DTSEN sebagai basis data utama dalam penyusunan berbagai program perlindungan sosial. Meski demikian, masih banyak informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya tepat sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan desil dalam DTSEN?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Desil?

Desil adalah metode statistik yang digunakan untuk mengelompokkan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonominya. Dalam DTSEN, seluruh rumah tangga diperingkat menggunakan berbagai indikator kesejahteraan, kemudian dibagi ke dalam 10 kelompok (desil) dengan jumlah anggota yang relatif sama.

Secara umum, Desil 1 merupakan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Pengelompokan tersebut membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih terstruktur sehingga penyusunan kebijakan sosial dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Apa Itu DTSEN?

Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan basis data nasional yang mengintegrasikan berbagai data sosial ekonomi dari sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah.

DTSEN disusun sebagai rujukan dalam perencanaan, penetapan sasaran, hingga evaluasi berbagai program perlindungan sosial. Kehadiran DTSEN diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sekaligus meminimalkan kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan pemerintah.

Apa Fungsi Desil dalam DTSEN?

Desil bukanlah program bantuan sosial dan bukan pula daftar penerima bansos.
Desil berfungsi sebagai alat pemetaan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun sasaran berbagai program sesuai ketentuan masing-masing.

Karena itu, status desil tidak dapat dimaknai sebagai keputusan akhir apakah seseorang akan menerima bantuan sosial atau tidak.

Apakah Masuk Desil Rendah Pasti Mendapat Bansos?

Jawabannya, belum tentu.

Pemerintah menggunakan status desil sebagai salah satu dasar dalam proses penyusunan sasaran program. Namun, setiap bantuan sosial memiliki persyaratan, mekanisme verifikasi, serta kriteria penerima yang berbeda.

Artinya, seseorang yang berada pada desil rendah belum tentu otomatis menerima seluruh jenis bansos. Sebaliknya, masyarakat pada desil yang lebih tinggi juga tidak serta-merta kehilangan akses terhadap seluruh program pemerintah apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.

Apa Saja yang Menentukan Status Desil?

Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada besaran pendapatan.

Pemerintah menggunakan berbagai indikator sosial ekonomi, antara lain kondisi tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan, kepemilikan aset, jumlah anggota keluarga, hingga karakteristik rumah tangga lainnya.

Karena menggunakan banyak indikator, dua keluarga dengan pendapatan yang hampir sama dapat memiliki status desil yang berbeda.

Mengapa Status Desil Bisa Berubah?

Status desil dapat berubah seiring proses pemutakhiran data dalam DTSEN.
Perubahan kondisi ekonomi keluarga, pekerjaan, jumlah anggota rumah tangga, perpindahan domisili, maupun hasil verifikasi lapangan dapat memengaruhi posisi seseorang dalam kelompok desil.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau memastikan data kependudukan dan data sosial ekonominya selalu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Bagaimana Jika Data Tidak Sesuai?

Apabila masyarakat menemukan data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, pembaruan data dapat diajukan melalui mekanisme resmi pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, data akan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum diperbarui dalam sistem DTSEN.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status desilnya, pemerintah juga menyediakan layanan pengecekan melalui kanal resmi Kemensos. Panduan lengkap mengenai cara cek desil secara online akan dibahas pada artikel berikutnya.(*)