🔥 BREAKING NEWS TERKINI | Soppeng
Artikel terbaru Katasulsel.com wilayah Sulawesi Selatan

Soppeng, Katasulsel.com – Tak ada yang menyangka perselisihan soal aliran air irigasi akan berakhir dengan tragedi berdarah di Kabupaten Soppeng.

Pagi yang biasanya diisi aktivitas para petani di areal persawahan Launga, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, mendadak berubah mencekam. Dua petani terlibat duel menggunakan senjata tajam, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.

Akibat peristiwa itu, Alimuddin (68) kehilangan nyawanya di lokasi kejadian. Sementara lawannya, SR (48), mengalami luka dan kini telah diamankan aparat kepolisian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula dari persoalan yang kerap menjadi sumber ketegangan di wilayah pertanian, yakni pembagian air irigasi.

SR disebut mendatangi korban dan meminta agar saluran air dibuka sehingga sawah miliknya juga bisa memperoleh pasokan air. Namun permintaan tersebut tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan.

Percakapan keduanya kemudian memanas. Adu mulut tak terhindarkan hingga berujung pada perkelahian menggunakan parang di tengah hamparan sawah.

Warga yang mengetahui kejadian itu sontak geger. Saat sejumlah orang tiba di lokasi, korban ditemukan sudah terkapar dengan luka serius di beberapa bagian tubuh.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi korban.

“Korban ditemukan dengan sejumlah luka akibat senjata tajam dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Latemmamala Soppeng untuk keperluan pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, pelaku yang sempat meninggalkan lokasi berhasil ditemukan aparat sekitar tiga jam setelah kejadian. Ia diamankan di area persawahan yang tidak jauh dari lokasi duel.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Rama Putra, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan awal mengarah pada konflik terkait pengairan sawah.

“Dugaan sementara, peristiwa dipicu perselisihan mengenai aliran air untuk lahan pertanian yang kemudian berkembang menjadi perkelahian menggunakan senjata tajam,” jelasnya.

Selain mengamankan SR, polisi turut menyita dua bilah parang yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

Kini SR menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Soppeng. Ia terancam dijerat ketentuan pidana tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

Di sisi lain, suasana duka masih menyelimuti keluarga Alimuddin. Jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman umum Latellang, Kelurahan Appanang, pada Rabu sore.

Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan pascakejadian, aparat kepolisian masih melakukan pemantauan dan penjagaan di sekitar rumah duka.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik yang berawal dari persoalan sederhana di lahan pertanian dapat berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa apabila tidak diselesaikan dengan kepala dingin.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini