Oleh: Edy Basri

Di tengah banjir berita tentang politik, korupsi, dan perebutan jabatan, ada satu kabar yang rasanya lebih menenangkan.

Kabar tentang anak muda yang berhasil menang melawan rasa malas.

Karena terus terang saja, lulus kuliah itu biasa.

Yang luar biasa adalah lulus cepat, IPK tinggi, aktif organisasi, dan tetap waras.

Itulah yang dilakukan Andi Muh. Ibnu Akbar.

Anak muda asal Soppeng ini baru saja membuat bangga kampung halamannya.

Bukan karena viral di TikTok.

Bukan karena ikut acara pencarian bakat.

Apalagi karena flexing mobil baru.

Ia mencuri perhatian karena prestasi.

Sesuatu yang belakangan terasa semakin langka.

Ibnu menyelesaikan kuliahnya di Program Studi Sastra Inggris Universitas Negeri Makassar dengan IPK 3,93.

Predikatnya Cumlaude.

Waktu kuliahnya hanya 3 tahun 8 bulan.

Belum cukup sampai di situ.

Ia juga dinobatkan sebagai Alumni Berprestasi Non-Akademik Tingkat Fakultas.

Artinya, anak ini tidak hanya rajin mengerjakan tugas.

Ia juga rajin bergerak.

Karena banyak mahasiswa yang kuat di satu sisi.

Ada yang aktif organisasi tetapi IPK-nya megap-megap.

Ada yang IPK tinggi tetapi hilang dari peredaran kampus selama empat tahun.

Ibnu berhasil menggabungkan keduanya.

Itu yang tidak mudah.

Saya jadi teringat nasihat lama.

Kuliah itu bukan lomba siapa yang paling lama nongkrong di kantin.

Bukan pula kompetisi memperpanjang masa studi.

Semakin cepat selesai dengan kualitas yang baik, semakin bagus.

Karena dunia nyata tidak menunggu.

Tagihan hidup juga tidak menunggu.

Yang menarik, Ibnu adalah alumni SMAN 1 Watansoppeng.

Ia masuk UNM lewat jalur prestasi.

Jadi sebenarnya tanda-tanda keberhasilannya sudah terlihat sejak awal.

Bibitnya memang ada.

Tinggal dirawat.

Dan hasilnya terlihat sekarang.

Yang membuat saya lebih senang lagi, setelah lulus ia tidak sibuk mencari panggung.

Ia memilih mengajar Bahasa Inggris.

Menjadi pengajar di Tadika Puri Makassar.

Membantu menyiapkan anak-anak muda yang ingin berkarier di dunia penerbangan, kapal pesiar, dan perhotelan.

Pilihan yang menarik.

Karena ilmu akan lebih bernilai jika dibagikan.

Bukan disimpan sendirian.

Di balik keberhasilan itu tentu ada sosok yang tak boleh dilupakan.

Orang tua.

Dalam berita disebutkan ayahnya adalah Firdaus, wartawan Ujungjari.com.

Saya tahu betul bagaimana rasanya menjadi orang tua ketika melihat anak menerima penghargaan.

Bukan soal pialanya.

Bukan soal sertifikatnya.

Tetapi karena melihat perjuangan bertahun-tahun akhirnya berbuah hasil.

Dan seperti kebanyakan ayah di Indonesia, Firdaus tidak berhenti pada ucapan selamat.

Ia langsung memberi target baru.

S2.

Beasiswa.

Lanjut lagi.

Begitulah ayah.

Ketika anak mencapai puncak, ia justru menunjukkan gunung berikutnya.

Bukan karena tidak puas.

Tetapi karena percaya anaknya bisa lebih tinggi lagi.

Soppeng tentu patut bangga.

Karena daerah tidak hanya membutuhkan jalan yang bagus.

Tidak hanya membutuhkan gedung yang megah.

Daerah juga membutuhkan anak-anak muda berprestasi.

Mereka inilah investasi sesungguhnya.

Mereka yang suatu hari nanti akan membawa nama daerah lebih jauh.

Dan kali ini, nama itu bernama Andi Muh. Ibnu Akbar.

Anak Soppeng.

Cumlaude.

Aktif organisasi.

Lulus cepat.

Jenis berita yang seharusnya lebih sering memenuhi halaman depan kita. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini