Perubahan ini menarik karena memperlihatkan dua zaman yang sedang bertemu.
Kebiasaan lama menyimpan emas, dengan teknologi baru membeli dan mengelolanya.
Dulu emas mungkin disimpan dalam kotak perhiasan.
Sekarang sebagian prosesnya bisa dilakukan melalui layar ponsel.
Tetapi logikanya tetap sama:
menyimpan nilai.
Dan data BPS 2025 memberikan gambaran yang cukup jelas.
Di Sulawesi Selatan, emas ternyata bukan sekadar perhiasan.
Bagi banyak rumah tangga, ia juga menjadi bagian dari cara menyimpan aset.
Wajo bahkan berada di puncak nasional.
Sidrap hampir menyentuh separuh rumah tangga.
Soppeng masuk empat besar.
Pangkep lima besar.
Dan total delapan kabupaten Sulsel masuk 15 besar nasional.
Jadi, kalau ada yang bertanya:
βKenapa orang Sulsel suka emas?β
Jawaban Pegadaian mungkin sederhana:
karena sudah menjadi habit.
Tetapi angka BPS membuat pertanyaan berikutnya jauh lebih menarik:
Kalau kebiasaan itu sudah diwariskan selama beberapa generasi, seberapa besar sebenarnya βharta yang diamβ di rumah-rumah warga Sulsel dalam bentuk emas? (edybasri)
