SIDRAP β Desa Mario, Kecamatan Kulo, menjadi salah satu titik pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2026. Kehadiran mereka tidak sekadar menjalankan kegiatan akademik, tetapi membawa misi meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan pelayanan kesehatan terpadu.
Langkah awal itu ditandai dengan pelaksanaan Seminar Program Kerja yang digelar di Kantor Desa Mario, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Puskesmas Kulo, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta dosen pembimbing lapangan yang mengikuti secara daring.
Kepala Desa Mario, H. A. Maesur, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas di wilayahnya. Menurutnya, program-program yang dirancang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan keluarga.
βSemoga program yang dibawa mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Mario dan membantu meningkatkan pengetahuan kesehatan warga,β ujarnya.
Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan Unhas Posko Mario, Abhista Dwi Putra Ramadhany, menjelaskan bahwa seluruh program yang akan dilaksanakan disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah kesehatan yang ditemukan di lapangan.
Karena itu, program yang dipaparkan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menyentuh langsung persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat Desa Mario.
Mahasiswa yang bertugas di Posko Desa Mario berasal dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, mulai dari Pendidikan Dokter, Farmasi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan hingga Ilmu Gizi. Kolaborasi lintas profesi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjalankan program yang menyasar berbagai kelompok masyarakat.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa mempresentasikan sejumlah program unggulan seperti edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pencegahan stunting, tanda bahaya pada ibu dan bayi, pijat oksitosin untuk mendukung ASI eksklusif, pemanfaatan Buku KIA, edukasi gizi seimbang, pencegahan ISPA, demonstrasi cuci tangan pakai sabun (CTPS), kesehatan gigi dan mulut anak, hingga edukasi penggunaan kosmetik yang aman bagi remaja.
Namun perhatian peserta tertuju pada program kelompok bertajuk SIPAKARIO (Sinergi Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Mario).
Program ini dirancang sebagai gerakan kesehatan terpadu yang menggabungkan skrining kesehatan, pelayanan kesehatan dasar, serta edukasi masyarakat secara berkelanjutan. SIPAKARIO juga mengusung pendekatan One Health, yaitu konsep yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kesatuan.
Melalui program tersebut, masyarakat Desa Mario akan mendapatkan berbagai kegiatan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup serta mendorong deteksi dini berbagai penyakit.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memberikan masukan terkait pelaksanaan program agar lebih sesuai dengan kondisi masyarakat Desa Mario. Diskusi tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menyempurnakan pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian berlangsung.
Kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas di Desa Mario diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat.
Bagi warga Desa Mario dan Kecamatan Kulo secara umum, program ini bukan sekadar kegiatan mahasiswa. Lebih dari itu, program ini menjadi upaya nyata menghadirkan edukasi kesehatan langsung ke tengah masyarakat, mulai dari ibu hamil, anak-anak, remaja hingga lansia.
Dengan berbagai kegiatan yang telah disiapkan, Desa Mario kini menjadi salah satu pusat pelaksanaan program kesehatan berbasis masyarakat di Kabupaten Sidrap yang diharapkan mampu melahirkan perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

