![]()
Alyssa Amelia
SIDRAP β Kesadaran masyarakat terhadap penyakit tidak menular menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kehidupan yang sehat dan produktif. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi kesehatan tentang Diabetes Melitus (DM) di Kantor Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 20 warga tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya Diabetes Melitus sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Edukasi dibawakan oleh Alyssa Amelia, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, melalui media presentasi bertajuk SEHATI (Sehat Tanpa Diabetes Melitus Melalui Penerapan Pola Hidup Sehat).
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa Diabetes Melitus bukan hanya persoalan tingginya kadar gula darah, tetapi juga berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan Diabetes Melitus, jenis-jenis diabetes, faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari kebiasaan yang dapat memicu diabetes hingga cara menjaga kadar gula darah tetap normal.
Menurut Alyssa, edukasi kesehatan menjadi langkah penting mengingat Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di berbagai daerah. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya menjaga pola makan yang sehat, rutin berolahraga, mempertahankan berat badan ideal, mengelola stres dengan baik, serta melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim KKN-PK terlebih dahulu melakukan pre-test guna mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta. Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan Diabetes Melitus. Peningkatan pemahaman tersebut menjadi indikator bahwa edukasi yang diberikan mampu diterima dengan baik oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Tonrong Rijang semakin sadar bahwa pencegahan penyakit dapat dimulai dari perubahan kebiasaan sehari-hari. Kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Edukasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata. Dari ruang pertemuan sederhana di Desa Tonrong Rijang, lahir harapan agar semakin banyak warga yang memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan terhindar dari risiko Diabetes Melitus di masa mendatang. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
