Penulis
Julniaty

SIDRAP – Di tangan anak-anak sekolah dasar, jajanan sering kali dipilih karena warna mencolok, rasa manis, atau kemasan yang menarik. Padahal, tidak semua makanan yang tampak menggoda aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Kondisi itu menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin yang menggelar edukasi bertajuk “Membangun Kebiasaan Memilih Jajanan Sehat, Aman, dan Bergizi Sejak Dini pada Anak Usia Sekolah” di SDN 3 Carawali, Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program yang menyasar siswa sekolah dasar tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya memilih makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga sehat, aman, dan mendukung pertumbuhan mereka.

Berbeda dengan metode pembelajaran yang kaku, edukasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, sesi tanya jawab, hingga permainan edukatif. Suasana kelas pun berubah menjadi ruang belajar yang menyenangkan, di mana siswa aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman tentang jajanan yang sering mereka konsumsi.

Julniaty, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi sekaligus penanggung jawab kegiatan, mengatakan kebiasaan memilih makanan perlu dibentuk sejak usia dini agar anak-anak memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui pola konsumsi yang tepat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu anak-anak lebih bijak dalam memilih jajanan sehingga kebiasaan hidup sehat dapat diterapkan sejak dini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Romeo Valentino Reston dari Program Studi Fisioterapi. Menurutnya, tingginya partisipasi siswa selama kegiatan menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan di lingkungan sekolah masih sangat dibutuhkan.

“Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan sejak usia sekolah. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan anak.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai jajanan sehat, para siswa diharapkan mampu menjadi konsumen yang lebih cerdas, menghindari makanan yang berisiko bagi kesehatan, serta menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Langkah kecil dari ruang kelas itu diharapkan menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang generasi yang lebih sehat di masa depan. (*)

 

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap