Sidrap, Katasulsel.com – Seorang warga tampak terkejut ketika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya mencapai angka 160 mmHg. Padahal, selama ini ia merasa sehat dan tidak pernah mengalami keluhan berarti. Temuan itu menjadi salah satu gambaran mengapa hipertensi kerap disebut sebagai silent killer, penyakit yang dapat berkembang tanpa gejala tetapi berisiko memicu stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.
Kondisi tersebut ditemukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin saat menggelar skrining hipertensi dan diabetes melitus bagi masyarakat Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (20/7). Kegiatan yang dipusatkan di Pustu Integrasi Layanan Primer (ILP) Bangkai itu menyasar warga berusia 18 tahun ke atas sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Sejak pagi, warga berdatangan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini diintegrasikan dengan layanan Posyandu di Dusun Palla Bessie sehingga menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk para orang tua yang datang mengantar anaknya mengikuti imunisasi dan pelayanan kesehatan rutin.
Peserta terlebih dahulu menjalani pendataan identitas dan anamnesis, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah sewaktu. Setelah seluruh tahapan selesai, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan sekaligus edukasi terkait pola hidup sehat dan langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan sesuai kondisi masing-masing peserta.
Namun, layanan kesehatan tidak hanya dilakukan di lokasi kegiatan. Untuk menjangkau kelompok rentan yang sulit mengakses fasilitas kesehatan, mahasiswa juga melakukan kunjungan rumah (home visit) ke sejumlah wilayah di Kelurahan Bangkai.
Penanggung jawab skrining hipertensi, Andi Tenri Nur Shafaa, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum menyadari risiko penyakit yang mereka miliki.
“Yang membuat kami khawatir justru warga yang datang tanpa keluhan. Mereka merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, tetapi setelah diperiksa tekanan darahnya ternyata sudah tinggi. Kondisi seperti ini sering tidak disadari karena hipertensi memang tidak selalu menimbulkan gejala. Karena itu, skrining rutin sangat penting agar risiko komplikasi bisa dicegah lebih awal,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat baru memeriksakan diri ketika sudah merasakan keluhan. Padahal, banyak penyakit tidak menular berkembang secara perlahan dan baru diketahui setelah kondisinya cukup berat.
Hal serupa ditemukan dalam pemeriksaan gula darah. Penanggung jawab pemeriksaan gula darah, Indira Amelia Putri Hendra, menuturkan bahwa kunjungan rumah menjadi salah satu strategi efektif untuk menemukan warga yang selama ini belum tersentuh layanan skrining kesehatan.
“Saat melakukan home visit, kami menemukan beberapa lansia yang sudah lama tidak memeriksakan gula darah karena kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Ketika kami datang langsung ke rumah, mereka bukan hanya bisa diperiksa, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kontrol kesehatan secara berkala,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan, pola makan yang dianjurkan, hingga langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap terkendali.
Bagi sebagian peserta, pemeriksaan ini menjadi momen pertama untuk mengetahui kondisi kesehatannya dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan yang dekat, mudah dijangkau, dan bersifat preventif masih sangat dibutuhkan di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini terus meningkat. Sebab, hipertensi dan diabetes melitus tidak selalu diawali dengan gejala yang jelas. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, disertai pola hidup sehat dan pemanfaatan layanan kesehatan primer, menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah komplikasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
