Italia — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali bersiap memanaskan lintasan Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Trek legendaris itu bukan tempat asing bagi rider asal Gunungkidul tersebut. Di sana, ia pernah mencetak kemenangan ganda saat masih tampil di ajang junior.

Kini ceritanya berbeda. Mesin persaingan lebih panas. Levelnya sudah Moto3 dunia. Tetapi aroma optimisme tetap terasa dari paddock Honda Team Asia.

Veda datang bukan sekadar ikut balapan. Ia membawa mental “late braking”. Dalam dunia balap motor, istilah itu identik dengan keberanian menunda pengereman demi merebut posisi di tikungan. Risiko tinggi. Tapi jika presisi, hasilnya bisa podium.

Dan Mugello cocok untuk karakter seperti itu.

Sirkuit Italia tersebut dikenal cepat. Trek lurus panjang. Tikungan teknikal. Sedikit salah racing line, posisi bisa hilang dalam hitungan detik. Tetapi Veda justru dianggap punya gaya balap agresif yang cocok dengan karakter Mugello.

Musim ini performanya terus menanjak. Ia sudah masuk papan atas klasemen sementara Moto3 2026 dengan 58 poin dan mulai diperhitungkan rival-rival Eropa.

Balapan Italia nanti terasa penting. Bukan cuma soal poin. Tetapi soal pembuktian bahwa pembalap Indonesia bisa tetap stabil di tengah “slipstream war” khas Mugello.

Di lintasan seperti Mugello, pertarungan sering berubah menjadi duel slipstream. Pembalap saling mencari angin di trek lurus sebelum melakukan overtake mendadak menjelang tikungan. Situasi seperti itu menuntut keberanian sekaligus ketenangan.

Veda punya modal pengalaman.

Tahun lalu ia pernah menyapu kemenangan di Mugello saat turun di Red Bull Rookies Cup. Catatan itu membuat banyak pengamat mulai meliriknya sebagai kuda hitam Moto3 musim ini.

Moto3 Italia 2026 akan dimulai Jumat, 29 Mei, dengan sesi latihan bebas. Balapan utama digelar Minggu, 31 Mei pukul 16.00 WIB.

Kini publik Indonesia menunggu satu hal.

Apakah Veda mampu melakukan “perfect exit corner” dari Mugello menuju podium kedua musim ini. (*)