Penulis:
NASYWA HANIFAH

Sidrap, katasulsel.com – Kebiasaan menjaga kesehatan gigi masih sering diabaikan oleh kalangan remaja. Padahal, gigi berlubang atau karies menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami pelajar dan dapat mengganggu aktivitas belajar hingga kualitas hidup.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Gelombang 69 Universitas Hasanuddin Kelurahan Amparita menggelar program edukasi kesehatan gigi bertajuk SIGAP (Siap Menjaga Kesehatan Gigi): Cegah Gigi Berlubang, Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari) di MA DDI Tellulimpoe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat, 17 Juli 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian program Mata Muda tersebut menyasar siswa-siswi kelas X dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia remaja.

Edukasi dipandu oleh Nasywa Hanifah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin. Sebelum materi dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal terkait kesehatan gigi dan mulut.

Dalam pemaparannya, Nasywa menjelaskan berbagai hal mendasar mengenai karies atau gigi berlubang, mulai dari penyebab, faktor risiko, kebiasaan yang memicu kerusakan gigi, hingga dampak yang dapat ditimbulkan jika tidak ditangani sejak dini.

Tak hanya teori, para siswa juga mendapatkan demonstrasi langsung cara menyikat gigi yang benar menggunakan model gigi. Praktik tersebut menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta karena memberikan pemahaman langsung tentang teknik menyikat gigi yang efektif untuk mencegah karies.

Suasana penyuluhan berlangsung hidup dan interaktif. Siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan mengenai kesehatan gigi, sementara sesi kuis berhadiah semakin menambah antusiasme peserta mengikuti kegiatan hingga selesai.

Tingginya partisipasi siswa menjadi indikator bahwa edukasi kesehatan gigi masih sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengertian karies, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Melalui program SIGAP, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya gigi berlubang, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, siswa diharapkan lebih peduli terhadap kondisi kesehatan rongga mulut dengan melakukan pemeriksaan mandiri maupun pemeriksaan rutin ke dokter gigi sebagai langkah deteksi dini.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Mahasiswa KKN-PK Gelombang 69 Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di Kabupaten Sidrap, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut.

Dengan edukasi sejak usia sekolah, diharapkan lahir generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi sebagai investasi kesehatan jangka panjang. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini