Wajo, Katasulsel.com – Kekhawatiran petani di Kabupaten Wajo mulai mengemuka seiring datangnya musim kemarau. Persoalan pendangkalan sungai hingga belum tersedianya jaringan listrik yang menjangkau kawasan persawahan menjadi keluhan utama yang disampaikan warga saat kegiatan reses Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo, Andi Rustan P., M.Si., di Dusun Donrie, Desa Bola, Kecamatan Bola, Sabtu (18/7/2026).
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka itu, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian, pendidikan, dan pembangunan desa.
Bagi warga Kecamatan Bola, persoalan air menjadi salah satu yang paling mendesak. Memasuki musim kemarau, kondisi sejumlah saluran dan sungai yang mengalami pendangkalan dikhawatirkan akan mengganggu pasokan air ke lahan pertanian.
Petani berharap pemerintah segera melakukan pengerukan sungai agar distribusi air tetap lancar dan aktivitas pertanian tidak terganggu.
Selain persoalan air, warga juga menyoroti kebutuhan jaringan listrik yang menjangkau kawasan persawahan. Menurut mereka, keberadaan listrik akan sangat membantu berbagai aktivitas pertanian dan meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.
Usulan tersebut diharapkan dapat dikoordinasikan dengan pihak PLN sehingga kebutuhan petani dapat terakomodasi secara bertahap.
“Kami hadir di sini untuk mengetahui dan memahami apa yang benar-benar dirasakan dan dibutuhkan masyarakat. Semua masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi pedoman saya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Kecamatan Bola di tingkat kabupaten,” ujar Andi Rustan.
Tak hanya sektor pertanian, persoalan pendidikan juga turut menjadi perhatian. Pihak sekolah menyampaikan perlunya perbaikan rumah dinas guru agar tenaga pendidik yang bertugas jauh dari tempat tinggalnya dapat memiliki hunian yang layak di sekitar sekolah.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting setelah diterapkannya sistem belajar lima hari sekolah dengan durasi waktu belajar yang lebih panjang.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga meminta agar pelaksanaan Program LISA yang diperuntukkan bagi petani dapat lebih diawasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran.
Sementara itu, warga berharap Balai Latihan Kerja (BLK) dapat menghadirkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani. Dengan adanya pelatihan yang tepat, petani diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas usaha pertanian mereka.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Andi Rustan menegaskan seluruh masukan masyarakat telah dicatat dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas maupun instansi terkait.
“Semua aspirasi sudah kami catat. Saya akan berkoordinasi dengan dinas dan pihak terkait serta mengawal agar ada langkah nyata yang bisa dirasakan masyarakat Kecamatan Bola,” tegas legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dengan pemerintah dan tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara mereka secara langsung kepada wakil rakyat. Di tengah tantangan musim kemarau yang mulai dirasakan petani, harapan besar kini tertuju pada langkah konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan air irigasi dan dukungan infrastruktur pertanian di Kabupaten Wajo.
(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
