Parepare, katasulsel.com — Polemik pengosongan Gedung Pojok Oleh-Oleh Parepare mulai memantik perhatian publik. Tempat yang selama ini menjadi etalase berbagai produk khas Parepare kini terancam kehilangan para pelaku UMKM yang selama bertahun-tahun menggantungkan pemasaran produknya di lokasi tersebut.
Rencana pengosongan itu disebut berkaitan dengan upaya optimalisasi aset daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun di sisi lain, para pelaku usaha kecil mengaku kebingungan karena merasa tiba-tiba harus meninggalkan tempat yang selama ini menjadi ruang promosi dan penjualan mereka.
Bagi sebagian warga Parepare, Pojok Oleh-Oleh bukan sekadar bangunan milik pemerintah. Tempat itu telah menjadi salah satu titik yang memperkenalkan produk lokal kepada pendatang, wisatawan, maupun masyarakat yang mencari oleh-oleh khas Kota Habibie-Ainun.
Kini, para pelaku UMKM mempertanyakan nasib usaha mereka jika benar harus angkat kaki dari lokasi tersebut.
Mereka mengaku tidak menolak aturan baru maupun skema kerja sama yang dianggap lebih menguntungkan pemerintah daerah. Namun yang mereka harapkan adalah adanya kepastian dan keberpihakan terhadap usaha kecil yang selama ini turut menggerakkan ekonomi lokal.
Di tengah polemik yang berkembang, muncul kekhawatiran bahwa upaya meningkatkan PAD justru berpotensi mengorbankan ruang usaha yang selama ini dimanfaatkan pelaku UMKM.
Persoalan ini bahkan mendapat sorotan dari kalangan DPRD Parepare. Sejumlah anggota dewan menilai pemerintah perlu mencari formulasi yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan daerah, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan usaha masyarakat.
Menurut mereka, aset daerah memang harus produktif. Namun keberadaan UMKM juga merupakan aset ekonomi yang tidak kalah penting untuk dipertahankan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Parepare menegaskan langkah yang diambil merupakan bagian dari tindak lanjut hasil evaluasi dan penataan pemanfaatan aset daerah agar lebih optimal.
Meski demikian, perdebatan yang muncul menunjukkan satu hal: persoalan ini tidak lagi sekadar soal bangunan atau kontrak kerja sama.
Di balik rak-rak produk yang tersusun di Pojok Oleh-Oleh, terdapat puluhan pelaku usaha yang menggantungkan harapan pada tempat tersebut. Ada produk lokal yang berusaha bertahan, ada keluarga yang menggantungkan penghasilan, dan ada mimpi agar usaha kecil tetap memiliki ruang di kotanya sendiri.
Kini masyarakat Parepare menunggu arah kebijakan berikutnya. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya soal aset daerah, tetapi juga keberlangsungan denyut UMKM yang selama ini menjadi salah satu wajah ekonomi Kota Parepare.(*)
