Sidrap, katasulsel.com — Jika dulu polisi identik dengan patroli jalanan, kini Polres Sidrap juga mulai memasuki arena yang akrab bagi generasi muda: dunia e-sport.
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sidenreng Rappang resmi membuka Kapolres Sidrap Cup Road to Kapolri Cup E-Sport 2026 untuk cabang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Jumat (12/6/2026).
Turnamen offline ini bukan sekadar adu mekanik, rebut Lord, atau perang di Land of Dawn.
Di balik pertandingan, Polres Sidrap ingin menciptakan ruang baru yang mempertemukan komunitas gamer dengan institusi kepolisian dalam suasana yang lebih dekat, santai, dan produktif.
Sebanyak 32 slot tim disiapkan secara gratis bagi para peserta. Mereka akan memperebutkan total hadiah Rp3,5 juta, trofi, serta sertifikat penghargaan.
Namun yang paling menarik, tiga tim terbaik tidak hanya pulang membawa hadiah.
Mereka akan menjadi wakil Polres Sidrap untuk bertarung di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dalam ajang Road to Kapolri Cup 2026.
Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, melihat perkembangan e-sport sebagai fenomena yang tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Menurutnya, dunia game kompetitif kini telah berkembang menjadi industri besar yang melahirkan atlet profesional, pelatih, analis pertandingan, hingga kreator konten digital.
Karena itu, potensi generasi muda perlu diarahkan ke jalur yang positif dan kompetitif.
“Melalui turnamen ini kami ingin membangun kebersamaan, sportivitas, dan memperkuat hubungan antara pemuda dengan Polri. E-sport bukan hanya soal permainan, tetapi juga melatih kerja sama tim, strategi, komunikasi, dan karakter,” ujarnya.
Di dalam Mobile Legends, kemenangan tidak pernah diraih hanya oleh satu pemain.
Seorang roamer harus mampu membuka map. Midlaner mengatur tempo permainan. Jungler mencari momentum objektif. Gold laner menjaga produktivitas damage. Sementara exp laner menjadi benteng pertahanan saat tim tertekan.
Filosofi itulah yang dinilai selaras dengan kehidupan sosial.
Setiap orang memiliki peran berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama: meraih kemenangan bersama.
Polres Sidrap berharap turnamen ini menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda yang selama ini hanya dikenal di warung kopi, basecamp komunitas, atau turnamen kecil tingkat lokal.
Kini mereka mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di panggung yang lebih besar.
Mengusung tema “Rise to Be Glory”, kompetisi ini menjadi simbol bahwa prestasi tidak selalu lahir dari lapangan hijau atau arena olahraga konvensional.
Kadang, mimpi besar juga lahir dari layar ponsel, headset sederhana, dan semangat lima pemain yang percaya bahwa kerja sama lebih penting daripada sekadar mengejar kill.
Di Sidrap, pertempuran kali ini bukan tentang menjaga turret atau merebut Lord semata.
Tetapi tentang membuktikan bahwa generasi muda bisa tumbuh, berprestasi, dan membangun persaudaraan melalui dunia digital yang sehat dan kompetitif. (*)
