Sidrap, Katasulsel.com ā Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, tidak hanya mengandalkan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal. Beras dari daerah ini juga dipasarkan ke sejumlah wilayah di luar Sulawesi, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan hal tersebut dalam dialog Total Politik yang membahas strategi pembangunan daerah di tengah efisiensi anggaran. Dalam kesempatan itu, ia menyebut Sidrap memiliki 284 penggilingan beras milik masyarakat yang menopang ekosistem pertanian setempat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan besarnya basis produksi padi Sidrap. Pada 2025, produksi padi daerah ini tercatat mencapai 569.733 ton gabah kering giling (GKG), setara dengan sekitar 326.933 ton beras.
Angka tersebut merupakan data produksi sepanjang 2025 yang dipublikasikan BPS pada Februari 2026, bukan angka produksi berjalan pada Oktober 2026.
Ditopang Ratusan Penggilingan Beras
Menurut paparan Syaharuddin, keberadaan 284 penggilingan beras milik masyarakat menjadi bagian penting dalam rantai usaha pertanian Sidrap. Fasilitas tersebut menopang pengolahan hasil panen sebelum beras dipasarkan ke berbagai daerah.
Jangkauan distribusi ke luar Sulawesi menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi pertanian Sidrap tidak berhenti di tingkat produksi. Pengolahan dan pemasaran turut menjadi bagian dari perputaran usaha yang melibatkan petani, penggilingan, pedagang, dan pelaku distribusi.
Meski demikian, jumlah penggilingan dan daerah tujuan pemasaran yang disampaikan bupati belum menjelaskan berapa volume beras yang dikirim ke masing-masing wilayah. Data tersebut diperlukan untuk mengukur skala perdagangan beras Sidrap secara lebih terperinci.
Produksi Besar, Distribusi Perlu Terukur
BPS mencatat produksi beras Sidrap pada 2025 mencapai 326.933 ton. Data ini memberi gambaran tentang kapasitas produksi daerah, tetapi tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah beras yang dipasarkan ke luar daerah.
Sebagian produksi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal atau terserap melalui jalur perdagangan yang berbeda. Karena itu, angka produksi dan volume distribusi perlu dibedakan dalam menilai peran Sidrap sebagai pemasok beras bagi wilayah lain.
Informasi mengenai volume pengiriman, harga gabah di tingkat petani, serta biaya pengolahan dan distribusi akan membantu memperlihatkan bagaimana besarnya produksi berpengaruh terhadap pendapatan pelaku usaha pertanian.
Dengan produksi ratusan ribu ton beras dan jaringan penggilingan yang disebut mencapai 284 unit, Sidrap memiliki basis ekonomi pertanian yang besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan rantai distribusi tersebut juga memberikan manfaat bagi petani, bukan hanya memperluas jangkauan pemasaran hasil panen.
