Jakarta, Katasulsel.com – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Madura (DPP IKAMA), H. Hanafi SF, S.Sos., menilai fenomena sambutan meriah atas kepulangan H. Her, yang dikenal sebagai Sultan Madura, ke tanah kelahirannya pada Minggu (12/4/2026), merupakan refleksi nyata dari kuatnya kedekatan emosional antara tokoh tersebut dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, kita semua bersyukur atas kepulangan beliau dalam keadaan sehat. H. Her bukan hanya seorang pengusaha, tetapi juga sosok yang selama ini memperjuangkan nasib petani tembakau di Madura. Itu yang membuat masyarakat begitu mencintainya,” ujar Hanafi kepada awak media, Rabu (15/4/2026).

Menurut Hanafi, antusiasme masyarakat yang memadati jalur kedatangan hingga berdesakan untuk sekadar bersalaman menunjukkan bahwa H. Her memiliki tempat istimewa di hati rakyat, khususnya kalangan petani.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran H. Her memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk sikap kooperatif dan tanggung jawab sebagai warga negara.

“Kami melihat beliau sangat kooperatif. Kehadirannya ke KPK adalah bentuk itikad baik. Kami meyakini beliau adalah pribadi yang baik, memiliki kepedulian sosial tinggi, dan dikenal sebagai sosok yang rendah hati atau low profile,” lanjutnya.

Lebih jauh, Hanafi menyampaikan bahwa keluarga besar IKAMA di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Muhammad Rawi terus memberikan dukungan moral dan doa kepada H. Her agar tetap kuat dalam menghadapi berbagai dinamika yang tengah dihadapi.

“Kami dari DPP IKAMA selalu mendoakan agar beliau diberikan kesehatan, kekuatan, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Kami percaya beliau akan melalui semua ini dengan baik,” tegasnya.

Fenomena penyambutan besar-besaran tersebut, lanjut Hanafi, menjadi gambaran kuatnya relasi sosial antara tokoh lokal dengan masyarakat akar rumput. Di Madura, figur seperti H. Her tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan harapan, khususnya bagi petani tembakau yang selama ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga hingga kebijakan industri.

Kehadiran H. Her di tengah masyarakat dinilai mampu menumbuhkan optimisme dan kepercayaan diri bagi para petani untuk terus bertahan dan berkembang. Tak heran jika kepulangannya disambut layaknya seorang tokoh besar yang kembali dari perjalanan penting.

Di tengah situasi tersebut, publik diimbau tetap menghormati proses hukum yang berjalan serta mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dukungan moral dari masyarakat pun dinilai menjadi energi tersendiri bagi H. Her dalam menjalani setiap tahapan yang dihadapi.

Kepulangan H. Her kali ini bukan sekadar perjalanan fisik dari Jakarta ke Madura, melainkan juga momentum yang menegaskan kuatnya ikatan antara seorang tokoh dengan rakyat yang merasa diperjuangkan. (*)

Gambar berita Katasulsel