SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sering disebut sebagai agen perubahan. Namun di lapangan, tidak sedikit program yang berhenti bersamaan dengan diturunkannya spanduk penutupan. Masyarakat kembali menjalani rutinitas, sementara hasil pengabdian hanya tersimpan dalam laporan akademik.
Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tampaknya tidak ingin pola itu terulang.
Saat menerima audiensi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (24/7/2026), Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, menyampaikan pesan yang lebih dalam dari sekadar ucapan selamat datang. Ia menitipkan misi agar mahasiswa menjadikan pengabdian sebagai ruang menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah itu membahas penyusunan program kerja mahasiswa selama berada di desa-desa di Kabupaten Sidrap. Para mahasiswa meminta arahan agar program yang mereka rancang tidak berjalan sendiri, melainkan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Bagi Pemkab Sidrap, sinkronisasi itu menjadi penting. Sebab KKN bukan sekadar agenda kampus, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan jika dijalankan dengan pendekatan yang tepat.
Sekda mendorong mahasiswa memfokuskan pengabdian pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kehidupan warga, seperti ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, edukasi kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga pelestarian lingkungan.
Pilihan sektor tersebut mencerminkan tantangan pembangunan saat ini. Ketahanan pangan misalnya, bukan lagi sekadar urusan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut inovasi teknologi, efisiensi, hingga regenerasi petani. Begitu pula pemberdayaan ekonomi masyarakat yang membutuhkan sentuhan kreativitas dan digitalisasi agar usaha kecil mampu berkembang.
Di sinilah perguruan tinggi memiliki keunggulan. Mahasiswa datang membawa ilmu pengetahuan, pendekatan ilmiah, dan semangat inovasi yang sering kali belum dimiliki masyarakat di tingkat akar rumput.
“Keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Cendekiawan, termasuk mahasiswa, memberikan gagasan, inovasi, dan ilmu pengetahuan,” kata Andi Rahmat.
Pernyataan itu memperlihatkan perubahan paradigma pembangunan daerah. Pemerintah tidak lagi memosisikan mahasiswa sebagai tamu yang datang menjalankan program kampus, melainkan sebagai mitra strategis yang dapat memperkuat berbagai program pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Andi Rahmat juga memaparkan sejumlah capaian Kabupaten Sidrap, termasuk keberhasilan menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem hingga menjadi salah satu yang terendah di Indonesia.
Capaian tersebut bukan untuk dibanggakan semata, melainkan menjadi fondasi yang harus dipertahankan. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu mengisi celah-celah yang masih membutuhkan penguatan melalui edukasi, pendampingan, maupun inovasi berbasis riset.
Pada akhirnya, masa KKN memang hanya berlangsung beberapa minggu. Namun dampaknya bisa bertahan bertahun-tahun jika program yang dijalankan mampu mengubah cara berpikir masyarakat, melahirkan kelompok usaha baru, meningkatkan kualitas pendidikan, atau memperkuat budaya hidup sehat.
Karena sejatinya, pengabdian tidak diukur dari berapa lama mahasiswa tinggal di desa, melainkan seberapa lama manfaat dari kehadiran mereka tetap dirasakan setelah mereka kembali ke kampus.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
