β€œSidrap bergerak menuju digitalisasi. Kami terbuka untuk bekerja sama, silakan berkomunikasi dengan Dinas Kominfo untuk mempertajam aspek teknisnya,” ujarnya.

Syaharuddin menekankan bahwa pemanfaatan teknologi perlu menjangkau berbagai sektor, bukan hanya urusan administrasi pemerintahan.

Pendidikan, misalnya, dapat menjadi salah satu sasaran melalui sosialisasi teknologi kepada siswa, termasuk pengenalan coding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sementara di sektor pertanian, teknologi perlu diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi Sidrap.

Pengembangan digitalisasi di sektor tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut agar bentuk layanan yang dipilih benar-benar sesuai dengan persoalan di lapangan.

Di tengah peluang pengembangan teknologi, Syaharuddin mengingatkan bahwa pemerintah daerah tetap harus berhitung.

Setiap rencana kerja sama perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah dan prioritas pembangunan. Pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) serta kebutuhan mendesak masyarakat tetap menjadi perhatian utama.

Karena itu, ia mempersilakan Telkomsel mengajukan proposal untuk dikaji lebih lanjut, terutama terkait kebutuhan teknis dan kesesuaiannya dengan prioritas daerah.

Artinya, penjajakan ini belum menjadi keputusan final mengenai program maupun anggaran. Pemerintah daerah masih perlu menilai bentuk kolaborasi yang paling dibutuhkan dan memungkinkan untuk dilaksanakan.

Bagi Sidrap, ukuran keberhasilan digitalisasi nantinya bukan semata-mata banyaknya layanan teknologi yang digunakan. Yang lebih penting ialah sejauh mana teknologi itu membantu masyarakat, memudahkan pelayanan, mendukung pendidikan, dan menjawab kebutuhan pembangunan daerah. (*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru