SIDRAP β Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sidrap terus membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi. Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 menggelar edukasi gizi seimbang bagi ibu dan anak melalui program SAHABAT PIRINGKU (Sinergi Harapan Ibu dan Anak Tumbuh Sehat melalui Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Keluarga) di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap, Selasa (21/7/2026). Kabupaten Sidrap sendiri merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai program kesehatan dan gizi.
Kegiatan yang berlangsung di Pustu Dusun Dua tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Posyandu rutin dan diikuti 12 ibu warga Desa Lise. Edukasi dibawakan oleh Andi Khusnul Khatimah dari Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas bersama tujuh mahasiswa KKN Profesi Kesehatan lainnya.
Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut dikenal sebagai masa krusial yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak sekaligus menjadi fase penting dalam pencegahan stunting.
Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada konsep 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini, kecukupan asupan gizi memiliki peran besar dalam membentuk tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai konsep gizi seimbang, penerapan Isi Piringku, empat pilar gizi seimbang, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu.
Materi disampaikan menggunakan media poster edukatif yang memudahkan peserta memahami pembagian porsi makanan sehat dalam satu piring. Para ibu diajak mengenali pentingnya konsumsi protein, sayur, buah, serta pola makan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Yang menarik, mahasiswa KKN turut memperkenalkan berbagai bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di Sidrap, khususnya di Desa Lise. Jagung, singkong, ikan, telur, daun kelor, bayam, pepaya, dan mangga diperkenalkan sebagai sumber gizi yang terjangkau namun memiliki nilai nutrisi tinggi.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pemenuhan gizi keluarga tidak harus bergantung pada bahan makanan mahal. Banyak sumber pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan anak dan menjaga kesehatan keluarga.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para ibu aktif mengajukan pertanyaan terkait pemberian MPASI, kebutuhan gizi balita, hingga cara menyusun menu sehat dengan bahan pangan yang tersedia di sekitar rumah.
Mahasiswa KKN pun memberikan berbagai contoh sederhana yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. Diskusi yang terbangun selama kegiatan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat dalam keluarga.
Melalui program SAHABAT PIRINGKU, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap para ibu di Desa Lise dapat menjadi motor penggerak perubahan pola konsumsi keluarga. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di ruang Posyandu, tetapi diterapkan secara nyata di rumah masing-masing.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai gizi seimbang, diharapkan upaya pencegahan stunting di Sidrap dapat berjalan lebih efektif. Sebab, generasi yang sehat dan berkualitas tidak hanya dibangun melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui kebiasaan makan yang baik dan pemenuhan gizi yang dimulai dari lingkungan keluarga.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

