Sidrap punya masalah.

Tetapi Sidrap juga punya modal.

Sawahnya ada.

Telurnya bergerak.

Energinya berputar.

Ekonominya tumbuh.

Pemerintah bekerja.

Masyarakat bergerak.

Ulama membina.

Anak-anak sekolah.

Petani bertahan.

Pengusaha tumbuh.

Semua itu adalah Sidrap.

Jadi kalau suatu hari ada yang bertanya:

β€œSidrap itu daerah apa?”

Jangan jawab hanya dengan satu stigma.

Jawab saja:

β€œDatanglah. Lihat sendiri.”

Lihat sawahnya.

Lihat turbin anginnya.

Lihat pasarnya.

Lihat masjidnya.

Lihat sekolahnya.

Lihat manusianya.

Baru kemudian menilai.

Sebab kadang-kadang kita terlalu cepat percaya pada Sidrap yang ada di layar.

Padahal Sidrap yang sebenarnya…

jauh lebih besar daripada yang viral. (*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru