Sidrap punya masalah.
Tetapi Sidrap juga punya modal.
Sawahnya ada.
Telurnya bergerak.
Energinya berputar.
Ekonominya tumbuh.
Pemerintah bekerja.
Masyarakat bergerak.
Ulama membina.
Anak-anak sekolah.
Petani bertahan.
Pengusaha tumbuh.
Semua itu adalah Sidrap.
Jadi kalau suatu hari ada yang bertanya:
βSidrap itu daerah apa?β
Jangan jawab hanya dengan satu stigma.
Jawab saja:
βDatanglah. Lihat sendiri.β
Lihat sawahnya.
Lihat turbin anginnya.
Lihat pasarnya.
Lihat masjidnya.
Lihat sekolahnya.
Lihat manusianya.
Baru kemudian menilai.
Sebab kadang-kadang kita terlalu cepat percaya pada Sidrap yang ada di layar.
Padahal Sidrap yang sebenarnya…
jauh lebih besar daripada yang viral. (*)
