Sidrap, katasulsel.com β€” Malam ini, Rumah Jabatan Bupati Sidrap tidak terasa seperti rumah pejabat. Tidak ada jarak. Tidak ada pagar sosial yang kaku. Yang terlihat justru sandal bersusun di teras. Tawa kecil di sudut halaman. Dan orang-orang yang datang dengan wajah lega setelah pagi harinya bersujud bersama di lapangan.

Usai Salat Id berjamaah di Stadion Ganggawa Pangkajene, Rabu 27 Mei 2026, masyarakat berdatangan ke Rumah Jabatan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif. Mereka datang untuk halal bi halal. Untuk bersilaturahmi. Untuk sekadar berjabat tangan.

Pejabat daerah hadir. DPRD hadir. Forkopimda hadir. Tokoh masyarakat hadir.

Dan, yang paling mencuri perhatian justru kalangan pa’bemor.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Mereka ikut masuk halaman rumah jabatan. Duduk berbaur. Tidak canggung. Tidak merasa kecil. Tidak pula diperlakukan berbeda.

Pemandangan seperti itu jarang ditemukan di banyak daerah.

Di Sidrap malam ini, suasana terasa seperti kampung besar yang sedang pulang ke akarnya.

Syaharuddin Alrif tampak beberapa kali menahan haru. Baginya, Iduladha tahun ini bukan sekadar perayaan tahunan. Ada rasa syukur yang sulit dijelaskan.

Ia melihat sesuatu yang selama ini perlahan hilang kini kembali hidup.

Tradisi Salat Id berjamaah di lapangan kembali menyatu dengan masyarakat Sidrap.

Stadion Ganggawa yang bertahun-tahun tidak lagi menjadi pusat Salat Id, kini kembali dipenuhi takbir. Anak-anak berlari kecil di pinggir lapangan. Orang tua membawa sajadah. Pedagang kecil ikut merasakan denyut hari raya.

β€œIni bukan hanya soal salat berjamaah. Ini soal kebersamaan masyarakat,” ujar bupati di sela-sela acara.

Yang membuat Syahar semakin terharu bukan hanya suasana di Kota Pangkajene.

Dari Tellu Limpoe datang kabar yang membuatnya bahagia.

Masyarakat Panrengnge akhirnya bisa kembali bersatu melaksanakan Salat Id di Lapangan Andi Sulolipu Amparita. Sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi.

Lebih menggetarkan lagi cerita dari Pajalele, Massepe dan Teppo.

Warga di tiga wilayah itu akhirnya melaksanakan Salat Id berjamaah bersama di Lapangan Massepe. Sebuah momentum yang disebut-sebut tidak pernah lagi terjadi selama kurang lebih 32 tahun terakhir.

Tiga dekade lebih.

Bukan waktu yang pendek.

Karena itu malam halal bi halal di Rumah Jabatan Bupati terasa berbeda. Banyak yang datang bukan hanya membawa ucapan selamat Iduladha. Tetapi juga membawa rasa lega.

Bahwa sekat-sekat perlahan mulai mencair.

Bahwa lapangan ternyata bukan sekadar tempat salat.

Ia bisa menjadi ruang pertemuan hati masyarakat.

Dan malam itu, Sidrap seperti sedang bercerita tentang satu hal sederhana:

Kadang persatuan memang harus dimulai dari hamparan sajadah di tanah lapang. (yahya syam)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.