“Kalian tidak sendiri. Yang membuat seseorang hebat bukanlah kesempurnaan fisiknya, tetapi semangatnya untuk menjadi anak yang berguna bagi keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” pesan Husniah kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui kolaborasi Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS.
Menurutnya, Desa Bontomanai dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena diusulkan menjadi Kampung Zakat pertama di Kabupaten Gowa.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan pemerintah daerah. Program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar penerima zakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri,” jelasnya.
Jamaris berharap masyarakat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat berkembang menjadi muzakki melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan bersama.
“Kita akan melihat potensi yang dimiliki masyarakat dan melakukan pendampingan agar mereka dapat meningkatkan kesejahteraannya. Terlebih anak-anak yatim harus mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tidak boleh putus sekolah,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Camat Bajeng Barat, Syamsul Rijal, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Bontomanai sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, kolaborasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Kami selalu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menjaga kebersamaan serta mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Gowa Bersama,” pungkasnya.
