Penulis:
Muh. Arkaan Zahir A.

Bone, katasulsel β€” Tidak ada lagi agenda penyuluhan, pendataan kesehatan, ataupun kunjungan lapangan. Namun, semangat kolaborasi yang terbangun selama 40 hari terakhir masih terasa hangat di Kantor Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.

Di tempat itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Akhir Program Kerja sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penutupan. Seminar akhir menjadi ruang pertanggungjawaban akademik sekaligus refleksi bersama atas berbagai program yang telah dijalankan selama lebih dari satu bulan di desa tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Mattampae beserta jajaran pemerintah desa, Ketua BPD, BABINSA, para kepala dusun, bidan desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga warga yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa.

Di hadapan peserta seminar, mahasiswa KKN-PK memaparkan hasil evaluasi enam program kerja yang telah dilaksanakan. Program tersebut terdiri atas satu program kelompok dan lima program individu yang dirancang berdasarkan kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Koordinator Desa KKN-PK Angkatan 69, Muh. Arkaan Zahir A., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang telah membuka ruang kolaborasi selama pelaksanaan pengabdian.

Menurutnya, keberhasilan setiap program tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh keterlibatan aktif pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat yang menjadi mitra utama dalam setiap kegiatan.

β€œKami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh perangkat desa dan masyarakat Desa Mattampae atas partisipasi, dukungan, serta kerja sama yang telah diberikan selama 40 hari pelaksanaan program kerja,” ujarnya.

Selama berada di Desa Mattampae, mahasiswa KKN-PK berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesadaran dan pelayanan kesehatan masyarakat. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan riil warga sekaligus menjadi bagian dari implementasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bidang kesehatan.

Kepala Desa Mattampae, Syamsul Bakhri, menilai kehadiran mahasiswa KKN-PK telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada warga, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa maupun masyarakat desa.

β€œAnak-anak KKN sudah bekerja yang terbaik untuk desa kami, khususnya di bidang kesehatan. Tentunya ini akan menjadi suatu manfaat bagi desa,” ungkapnya.

Suasana seminar berlangsung hangat ketika sesi diskusi dibuka. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan tanggapan, masukan, serta apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan.

Bagi masyarakat Mattampae, kehadiran mahasiswa selama 40 hari bukan sekadar bagian dari agenda akademik tahunan. Lebih dari itu, mereka menjadi mitra yang hadir, mendengar, belajar, sekaligus bekerja bersama masyarakat dalam berbagai aktivitas kesehatan.

Menjelang penutupan, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama. Momen sederhana itu menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian sekaligus penanda lahirnya hubungan yang telah terjalin antara kampus dan masyarakat.

Meski masa KKN-PK Angkatan 69 telah usai, mahasiswa berharap berbagai program yang telah dirintis dapat terus memberi manfaat dan menjadi pijakan bagi upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Desa Mattampae pada masa mendatang. (*)