Bone, Katasulsel.com — Di Desa Welado, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, ada satu kesenian tradisional yang tidak sekadar menjadi tontonan. Namanya Pajaga Welado, tarian yang merekam gambaran kehidupan di lingkungan kerajaan Bone pada masa lalu.
Pajaga Welado merupakan karya budaya asal Kabupaten Bone yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 315/M/2023. Data Warisan Budaya Kemendikbud mencatat Pajaga Welado sebagai salah satu karya budaya dari Sulawesi Selatan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan menyebut Pajaga Welado berasal dari Desa Welado, Kecamatan Ajangale. Tarian tersebut disajikan oleh penari laki-laki dan menjadi bagian dari kekayaan seni tradisional masyarakat Bone.
Nama Pajaga berkaitan dengan tradisi majaga, yakni aktivitas berjaga. Dalam kajian mengenai kebudayaan Bone, Pajaga Welado menggambarkan kegiatan menjaga keamanan istana raja sembari menjadi hiburan ketika berlangsung majaga. Tradisi tersebut masih dipelihara di Desa Welado.
Kesenian ini memperlihatkan bagaimana aktivitas yang semula berkaitan dengan kehidupan istana dapat berkembang menjadi seni pertunjukan yang diwariskan di tengah masyarakat.
Pajaga Welado juga menjadi bagian dari jejak kesenian tradisional Bone yang masih dapat ditemukan di tengah perkembangan zaman. Keberadaannya menunjukkan bahwa warisan budaya tidak selalu tersimpan dalam benda atau bangunan, tetapi juga hidup melalui gerak, pertunjukan, dan ingatan masyarakat.
Desa Welado sendiri berada di Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Wilayah tersebut hingga kini menjadi tempat yang berkaitan dengan keberadaan Pajaga Welado.
Penetapan sebagai WBTB membuat Pajaga Welado memiliki kedudukan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang tercatat secara resmi. Bagi Bone, kesenian tersebut menjadi salah satu jejak budaya lokal yang menghubungkan kehidupan masyarakat hari ini dengan tradisi masa lalu.(*)
