Pangkep, Katasulsel.com — Jauh sebelum Pangkep dikenal sebagai daerah kepulauan dan kawasan karst, wilayah ini pernah menjadi tempat berdirinya sebuah kerajaan yang ramai disebut dalam catatan pelaut Eropa. Namanya Kerajaan Siang.
Jejaknya kini berada di SengkaE, Desa Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Pemerintah Kabupaten Pangkep menyebut kawasan tersebut sebagai bekas pusat Kerajaan Siang.
Kerajaan Siang dan Pelabuhan yang Didatangi Portugis
Nama Siang tercatat dalam sumber Portugis dengan sejumlah penyebutan, antara lain Sciom atau Ciom. Pemerintah Kabupaten Pangkep menjelaskan bahwa nama Siang berkaitan dengan kata kasiwiang, yang bermakna persembahan kepada raja.
Catatan Portugis menunjukkan kawasan Siang telah didatangi kapal-kapal Portugis antara 1542 dan 1548. Pada pertengahan abad ke-16, Siang juga disebut sebagai salah satu pusat perdagangan di pesisir barat Sulawesi Selatan.
Menurut keterangan Pemerintah Kabupaten Pangkep yang merujuk sejumlah penelitian sejarah, Manuel Pinto memperkirakan penduduk Siang pada 1545 mencapai sekitar 40.000 jiwa.
Angka itu menggambarkan besarnya posisi Siang pada masa tersebut. Kerajaan ini tidak hanya berhubungan dengan wilayah di sekitarnya, tetapi juga terhubung dengan jalur perdagangan antardaerah hingga kawasan Nusantara.
Bekas Ibu Kota Berada di SengkaE
Pusat Kerajaan Siang berada di kawasan yang sekarang masuk Desa Bori Appaka. Penelitian arkeologi Balai Arkeologi Makassar dan Universitas Hasanuddin menunjukkan bekas ibu kota kerajaan tersebut pernah dikelilingi benteng kota yang disebut batanna kotayya.
Benteng itu diperkirakan membentuk huruf U dengan kedua ujungnya mengarah ke Sungai Siang yang kini telah mati.
Perubahan bentang alam dan proses pengendapan kemudian membuat pusat kerajaan yang dahulu berada dekat kawasan pesisir itu semakin jauh dari garis pantai.
Di situs tersebut juga ditemukan berbagai fragmen keramik asing. Temuannya antara lain keramik dari Cina dan Vietnam yang membantu memberikan gambaran mengenai hubungan perdagangan dan aktivitas masyarakat di kawasan Siang.
Siang dan Jaringan Kerajaan di Sulawesi Selatan
Sejarah Siang tidak berdiri sendiri. Pemerintah Kabupaten Pangkep mencatat hubungan perkawinan antarkeluarga kerajaan telah menghubungkan Siang dengan sejumlah kerajaan lain, termasuk Gowa, Bone, Luwu, Soppeng, dan Tanete.
Hubungan tersebut ikut membentuk jaringan kekerabatan yang luas di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam perkembangannya, Kerajaan Siang kemudian berada di bawah hegemoni Gowa.
Pemerintah Kabupaten Pangkep menyebut pengaruh Gowa terhadap Siang berlangsung sekitar 1512 hingga 1668. Pada periode berikutnya, struktur kekuasaan dan pemerintahan Siang mengalami perubahan.
Situs bekas pusat Kerajaan Siang kini menjadi bagian dari sejarah panjang Pangkep yang terus ditelusuri melalui penelitian arkeologi dan sumber sejarah.
Di antara fragmen keramik, bekas benteng, dan lanskap yang telah berubah, SengkaE menyimpan cerita tentang sebuah kerajaan yang pernah menjadi salah satu kekuatan penting di pesisir barat Sulawesi Selatan. (*)
