Gowa, katasulsel.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat langkah pengentasan kemiskinan dan perlindungan bagi kelompok rentan melalui Program Gowa Bersama yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kamis (25/6).
Dalam kesempatan itu, Husniah mengatakan program-program yang dijalankan Pemkab Gowa memiliki keselarasan dengan program nasional, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Program pemerintah daerah ternyata selaras dengan program pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Program Gowa Bersama terus melakukan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Menurut Husniah, salah satu program yang saat ini berjalan adalah One Day One District. Melalui program tersebut, pemerintah turun langsung ke tengah masyarakat untuk mencari dan mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian serta bantuan pemerintah.
“Kita turun mencari masyarakat yang tidak mampu, termasuk anak-anak yang tidak sekolah karena terkendala biaya. Pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan agar keluarga-keluarga yang kurang mampu bisa menjadi lebih baik dan lebih sejahtera,” katanya.
Ia menegaskan, tidak boleh ada anak di Kabupaten Gowa yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk memfasilitasi sejumlah anak yatim melalui program Sekolah Rakyat.
Selain pendidikan, Pemkab Gowa juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui bantuan alat bantu seperti kursi roda dan tongkat agar mereka tetap produktif dan mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kalian tidak sendiri. Yang membuat seseorang hebat bukanlah kesempurnaan fisiknya, tetapi semangatnya untuk menjadi anak yang berguna bagi keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” pesan Husniah kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui kolaborasi Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS.
Menurutnya, Desa Bontomanai dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena diusulkan menjadi Kampung Zakat pertama di Kabupaten Gowa.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan pemerintah daerah. Program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar penerima zakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri,” jelasnya.
Jamaris berharap masyarakat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat berkembang menjadi muzakki melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan bersama.
“Kita akan melihat potensi yang dimiliki masyarakat dan melakukan pendampingan agar mereka dapat meningkatkan kesejahteraannya. Terlebih anak-anak yatim harus mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tidak boleh putus sekolah,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Camat Bajeng Barat, Syamsul Rijal, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Bontomanai sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, kolaborasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Kami selalu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menjaga kebersamaan serta mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Gowa Bersama,” pungkasnya.
