Makassar, Katasulsel.com – Konflik yang diduga bermula dari pesta minuman keras berakhir dengan aksi penyerangan menggunakan bom molotov di sebuah rumah kontrakan yang dijadikan sekretariat organisasi daerah mahasiswa di kawasan BTN Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga pemuda yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Ketiganya masing-masing berinisial SY (19), AM (22), dan MR (23), yang diketahui berstatus mahasiswa.

Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ali Jarras, mengatakan para terduga pelaku diamankan di Jalan Rappocini Lorong 6 setelah dilakukan penyelidikan.

“Motif sementara diduga karena balas dendam. Ketiga terduga pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan,” ujar Ali, Minggu.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 03.00 WITA saat sebagian besar penghuni rumah kontrakan sedang beristirahat.

Suara ledakan yang disusul pecahan kaca mendadak membangunkan para penghuni. Saat keluar memeriksa kondisi sekitar, mereka mendapati kobaran api di bagian depan rumah.

Dari keterangan saksi, sejumlah orang terlihat berada di luar pekarangan sambil membawa senjata tajam dan busur panah. Selain melempar bom molotov, pelaku juga diduga melempari rumah dengan batu hingga beberapa kaca jendela pecah.

Tak hanya itu, pintu rumah dilaporkan mengalami kerusakan setelah terbakar dan sempat didobrak oleh para pelaku sebelum akhirnya mereka melarikan diri dari lokasi.

Polisi menduga aksi tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi antara pelaku dan salah satu penghuni rumah yang merupakan pengurus organisasi daerah mahasiswa. Namun, penyidik masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut.

“Masih kami selidiki secara mendalam. Kami juga mengejar pelaku lain yang identitasnya sudah diketahui,” kata Ali.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa serpihan botol bom molotov, dua bilah parang, dua anak panah beserta pelontarnya, empat unit telepon genggam, hingga sisa tembakau sintetis.

Petugas juga menemukan alat hisap yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba serta alat kontrasepsi di lokasi penangkapan para terduga pelaku.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, aparat menilai aksi penyerangan menggunakan bom molotov itu sangat berbahaya karena berpotensi memicu kebakaran besar dan mengancam keselamatan para penghuni rumah.

Kasus ini kini masih dalam pengembangan. Polisi membuka kemungkinan adanya tersangka tambahan seiring berjalannya proses penyidikan. (*)