Flinders University memiliki fasilitas biorefinery yang memungkinkan pengolahan rumput laut menjadi berbagai produk turunan, termasuk bahan farmasi, kosmetik, dan plastik.

Para kandidat doktor nantinya akan diarahkan ke empat bidang keahlian, yakni farmasi, kosmetik, plastik, dan gizi.

Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk memperkuat pengembangan Pusat Keunggulan serta Science & Technology Park Unhas.

Dengan pendekatan tersebut, kerja sama pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan gelar akademik, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah melalui penelitian dan inovasi.

Perluas riset hingga budaya dan masyarakat pesisir

Dalam pertemuan yang sama, GloRI Unhas dan Flinders University turut membicarakan agenda kolaborasi penelitian lintas disiplin.

Salah satunya berupa forum bersama peneliti First Nations dari Flinders dan peneliti Unhas. Forum tersebut direncanakan membahas sejumlah isu, mulai dari perubahan iklim, kesehatan, inklusi, hingga kehidupan masyarakat pesisir.

Kegiatan itu direncanakan berlangsung di Makassar dan selanjutnya di Darwin, Australia.

Flinders juga memperkenalkan model Research Training Hub, sebuah pendekatan pendampingan yang dirancang untuk mendukung perjalanan karier peneliti. Pendampingan tidak hanya diberikan kepada akademisi, tetapi juga melibatkan tenaga profesional yang mendukung kegiatan penelitian.

Topik lain yang mencuat adalah peluang penelitian evolutionary pathway untuk menelusuri keterkaitan sejarah dan budaya Australia dengan Indonesia.

Kajian ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari fosil, sejarah, kebudayaan, hingga mikrobioma. Keahlian Flinders dalam arkeologi maritim juga dinilai membuka ruang kolaborasi penelitian dengan Unhas.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Eksekutif GloRI Unhas Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST., M.Phil., IPU; Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D; Sekretaris GloRI Andi Imam Arundhana Thahir, S.Gz., MPH., Ph.D; serta Manajer Riset dan Kerja Sama GloRI Zulung, S.Pi., M.Env.

Sementara delegasi Flinders University diwakili Prof. Eugene Sebastian, Executive Director International Research Strategy, dan Prof. Timothy Cavagnaro, Pro Vice-Chancellor Research Training and Capabilities.

Penjajakan ini membuka peluang bagi Unhas untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas riset perguruan tinggi di Indonesia Timur. Jika terealisasi, kerja sama tersebut dapat menjadi salah satu jalur bagi dosen muda daerah untuk memperoleh pengalaman riset internasional dan membawa pulang pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi lokal. (*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru