MUGELLO — Jelang Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, perhatian tertuju pada dua nama muda Asia yang mulai mencuri sorotan: Veda Ega Pratama dan Hakim Danish. Keduanya sama-sama punya peluang, tetapi data performa dan tren musim ini menunjukkan arah yang berbeda.
Di klasemen sementara Moto3 2026, Veda Ega Pratama berada di posisi 5 besar dengan 58 poin, sejajar dengan Marco Morelli di posisi ke-4. Sementara Hakim Danish masih tertahan di posisi 11 dengan 27 poin. Selisih hampir dua kali lipat ini menjadi gambaran awal jarak konsistensi keduanya sepanjang musim.
Namun Mugello bukan sekadar soal klasemen. Sirkuit ini dikenal cepat, teknikal, dan sangat menuntut keberanian di tikungan panjang. Di titik inilah nama Veda mulai lebih sering disebut.
Pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025, Veda pernah menyapu dua kemenangan di Mugello, bahkan mengalahkan sejumlah rival yang kini juga turun di Moto3, termasuk Hakim Danish. Rekam jejak ini menjadi modal psikologis penting saat kembali ke lintasan yang sama di level lebih tinggi.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Gaya balap Veda yang agresif saat pengereman akhir juga dinilai cocok dengan karakter Mugello. Ia dikenal berani mengambil risiko di momen late braking, sesuatu yang sering menjadi pembeda di trek dengan kecepatan tinggi seperti ini.
Sementara itu, Hakim Danish masih berjuang mencari konsistensi. Meski sempat menunjukkan potensi dengan finis P7 di Catalunya 2026, ia beberapa kali kehilangan posisi penting akibat kesalahan kecil di lap akhir. Di Moto3, kesalahan sekecil apa pun bisa langsung menghilangkan peluang podium.
Jika melihat data murni musim ini, Veda unggul dalam tiga aspek penting: posisi klasemen, rekam jejak di Mugello, dan stabilitas hasil balapan. Kombinasi ini membuatnya lebih dekat ke zona podium dibanding rivalnya.
Hakim Danish masih memiliki peluang, tetapi lebih realistis untuk menargetkan hasil di kelompok tengah atau finis 5–10 besar, kecuali ada faktor kejutan seperti kondisi balapan yang kacau atau strategi yang sangat tepat.
Kesimpulannya, Mugello 2026 akan menjadi panggung pembuktian. Namun jika berbicara berdasarkan angka dan catatan lintasan, Veda Ega Pratama saat ini lebih berada di jalur “berkibar” dibanding Hakim Danish.
