Makassar, Katasulsel.com – Pertarungan sesungguhnya di Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 tampaknya sudah dimulai bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.

Setelah Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif secara terbuka menargetkan kontingen tuan rumah menjadi juara umum, tantangan datang dari Kabupaten Gowa yang juga menyatakan ambisi serupa.

Gowa bahkan tidak datang dengan kekuatan yang biasa-biasa saja.

Sebanyak 1.503 personel diberangkatkan menuju Kabupaten Sidrap untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulsel yang berlangsung pada 2–6 Juli 2026.

Meski dari jumlah tersebut hanya 142 orang yang berstatus atlet resmi, besarnya rombongan menunjukkan keseriusan Gowa dalam memburu prestasi tertinggi di ajang dua tahunan tersebut.

Pernyataan target juara umum disampaikan langsung Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat melepas kontingen sebelum bertolak ke Sidrap.

“Harapan kami tentu para atlet mampu meraih hasil terbaik dan menjadi juara umum,” ujar Darmawangsyah di Gowa.

Pernyataan itu langsung menarik perhatian karena sebelumnya tuan rumah Sidrap juga telah menggaungkan target yang sama.

Di hadapan 149 atlet dan ofisial Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa menjadi tuan rumah saja tidak cukup. Menurutnya, Sidrap harus membuktikan kualitas dengan prestasi dan meraih posisi tertinggi dalam klasemen akhir.

Kini, dua daerah dengan kepercayaan diri tinggi itu akan bertemu di arena yang sama.

Duel Gengsi di Bumi Nene Mallomo

Jika melihat komposisi kekuatan, Gowa datang dengan sejumlah cabang unggulan yang diyakini mampu menjadi lumbung medali. Sepak takraw disebut sebagai salah satu andalan utama setelah berstatus juara bertahan. Selain itu, MTQ, bulutangkis, dan tenis meja juga menjadi sektor yang diharapkan mendulang poin maksimal.

Di sisi lain, Sidrap memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Selain mengenal lokasi pertandingan, kontingen Bumi Nene Mallomo juga akan mendapat dukungan langsung dari masyarakat yang diperkirakan memadati arena pertandingan selama pelaksanaan Porsenijar.

Situasi ini membuat persaingan menuju gelar juara umum semakin menarik untuk disimak.

Bukan Sekadar Medali

Porsenijar tahun ini bukan hanya soal olahraga, seni, dan pembelajaran. Ajang ini juga menjadi arena gengsi antar-daerah yang ingin menunjukkan kualitas sumber daya pendidiknya.

Ketika Sidrap ingin mencatat sejarah sebagai tuan rumah yang sukses sekaligus juara umum, Gowa datang dengan misi yang sama: membawa pulang mahkota juara dari kandang lawan.

Dengan target yang telah diumumkan secara terbuka oleh kedua daerah, publik kini menanti siapa yang mampu membuktikan ucapannya di lapangan.

Apakah Sidrap mampu mempertahankan kehormatan sebagai tuan rumah? Atau justru Gowa yang akan mencuri panggung di Stadion Ganggawa dan berbagai arena pertandingan lainnya?

Jawabannya akan mulai terlihat ketika ribuan peserta Porsenijar Sulsel 2026 resmi bertanding pada 2 Juli mendatang.(*)