Soppeng, katasulsel.com β€” Selama ini banyak warga menganggap sakit maag atau gastritis hanya disebabkan karena terlambat makan. Namun sebuah edukasi kesehatan yang digelar di Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, justru mengungkap fakta lain yang membuat sejumlah peserta terkejut.

Ada kebiasaan yang selama ini dianggap biasa oleh masyarakat, tetapi ternyata berpotensi memicu gangguan lambung jika dilakukan terus-menerus.

Fakta tersebut terungkap dalam kegiatan CerNa (Cerdas Nutrisi): Edukasi Pola Makan untuk Mencegah Gastritis yang dilaksanakan mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan ini digelar setelah mahasiswa menemukan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi di masyarakat, yakni kebiasaan mengonsumsi makanan bercita rasa asam secara berlebihan dan pola makan yang kurang teratur.

Kebiasaan tersebut ternyata menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko iritasi pada lambung hingga memicu gastritis.

Dalam kegiatan yang melibatkan warga Dare Ajue itu, sejumlah peserta mengaku baru mengetahui bahwa beberapa kebiasaan sehari-hari yang selama ini dianggap aman ternyata tidak selalu baik bagi kesehatan lambung.

Salah satunya terkait kebiasaan minum kopi.

Seorang peserta bernama Kartini mengaku selama ini terbiasa mengonsumsi kopi sebelum makan dan menganggap hal itu tidak menimbulkan masalah.

Namun setelah mengikuti edukasi, ia mengetahui bahwa kopi sebaiknya dikonsumsi setelah makan dan tidak dalam kondisi perut kosong untuk mengurangi risiko gangguan lambung.

Peserta lainnya, Anti, juga mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan asam secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan lambung dalam jangka panjang.

β€œSaya pikir selama ini biasa saja karena tidak langsung terasa sakit. Ternyata ada risikonya juga,” ungkapnya saat kegiatan berlangsung.

Melalui program CerNa, warga diberikan pemahaman mengenai pola makan sehat, pentingnya menjaga jadwal makan yang teratur, serta mengenali makanan dan minuman yang dapat memicu iritasi lambung.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena materi yang disampaikan dekat dengan kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan tanpa disadari.

Mahasiswa berharap edukasi ini dapat membantu masyarakat Soppeng lebih peduli terhadap kesehatan lambung dan mulai mengubah kebiasaan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Sebab, menurut mereka, banyak kasus gastritis sebenarnya bisa dicegah sejak awal jika masyarakat mengetahui penyebabnya.

Dan dari Desa Lalabata Riaja, satu pesan penting pun muncul: ternyata sakit lambung tidak selalu dimulai dari telat makan, tetapi bisa berasal dari kebiasaan yang selama ini dianggap paling biasa. (*)

Penulis: Nurmala Dewi / Soppeng

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini