SIDRAP – Hipertensi masih menjadi ancaman kesehatan yang sering diabaikan masyarakat. Banyak penderita menghentikan konsumsi obat ketika merasa sehat, padahal kondisi tersebut dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Benteng menggelar edukasi kesehatan tentang kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Edukasi Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi untuk Mencegah Komplikasi Hipertensi” itu diikuti 23 warga dan dipandu oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas, Adinda Raihana.

Program edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Sidrap, khususnya terkait pengendalian hipertensi yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita cukup tinggi.

Kegiatan diawali dengan pretest guna mengukur tingkat pengetahuan peserta mengenai hipertensi, penggunaan obat antihipertensi, serta risiko komplikasi yang dapat terjadi apabila pengobatan tidak dijalankan secara teratur.

Selanjutnya peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya mengonsumsi obat sesuai dosis dan jadwal yang telah ditetapkan tenaga kesehatan, bahaya menghentikan obat tanpa konsultasi medis, serta langkah-langkah sederhana untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Selain itu, warga juga diberikan pemahaman mengenai berbagai komplikasi hipertensi yang dapat mengancam kualitas hidup, mulai dari stroke, penyakit jantung, hingga kerusakan ginjal.

Suasana edukasi berlangsung interaktif. Warga Sidrap yang hadir tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar penggunaan obat hipertensi yang selama ini mereka konsumsi.

Berbagai pengalaman peserta menjadi bahan diskusi yang menarik sekaligus membuka ruang bagi pemateri untuk meluruskan sejumlah informasi yang masih keliru terkait pengobatan hipertensi.

Adinda Raihana menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada pemeriksaan tekanan darah secara rutin, tetapi juga pada kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat.

“Melalui edukasi ini kami berharap masyarakat Sidrap semakin memahami bahwa obat antihipertensi harus dikonsumsi secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan agar tekanan darah tetap terkendali dan risiko komplikasi dapat dicegah,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap masyarakat Kelurahan Benteng dan Kabupaten Sidrap secara umum semakin disiplin menjalani pengobatan serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sekaligus sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dan peserta sebagai simbol komitmen bersama mewujudkan masyarakat Sidrap yang lebih sehat, produktif, dan sadar akan pentingnya pencegahan penyakit tidak menular.

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini