“Dosen di sini tidak jual buku. Semua pakai e-book atau materi digital,” katanya.

Mahasiswa juga diberi kebebasan berpikir tanpa tekanan berlebihan.

Menurut Tiro, suasana akademik seperti itu membuat mahasiswa lebih berani mengembangkan ide dan tidak hanya sekadar menghafal materi kuliah.

Hidup Mandiri di Negeri Orang

Tinggal di Rusia juga mengajarkan kehidupan mandiri.

Di Saint Petersburg, biaya hidup bisa mencapai sekitar Rp5 juta per bulan. Karena itu, ia memilih memasak sendiri untuk menghemat pengeluaran.

“Kalau makan di restoran terus, tidak kuat,” ujarnya.

Kini, selain kuliah, Tiro juga membuka kursus online Bahasa Rusia untuk masyarakat Indonesia. Bahkan ia berhasil menulis buku panduan belajar Bahasa Rusia yang diterbitkan Gramedia.

Di balik cuaca dingin Rusia, Tiro Turnip sedang menjalani perjalanan besar seorang anak daerah: belajar, bertahan, dan membuktikan bahwa mimpi dari kota kecil juga bisa menembus dunia internasional. (*)