KENDARI — Hujan deras membasahi lahan Brimob Polda Sultra, Sabtu (7/3/2026).
Tapi, bagi Kapolda Didik Agung Widjanarko, itu bukan alasan untuk mundur. Justru, tetesan hujan menjadi saksi semangat heroik penanaman jagung serentak Kuartal I 2026.
Di bawah guyuran air dari langit Kendari, Kapolda bersama Wakapolda Gidion Arief Setyawan, Dansat Brimob Agus Setyawan, pejabat Forkopimda, hingga kepala BPS dan Dinas Tanaman Pangan, menanam jagung seluas 16,30 hektar.
Kegiatan ini bukan sekadar simbol. Ini bagian dari dukungan nyata Polri terhadap program swasembada jagung nasional. Bahkan, penanaman di Kendari tersambung Zoom Meeting dengan Kapolri yang memimpin serentak di seluruh Polda, termasuk Polda Sumatera Selatan.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan. Hari ini, kami menanam masa depan pangan bangsa,” kata Kapolda Didik Agung Widjanarko, sembari menancapkan jagung pertama di tanah basah.
Hujan yang deras justru menambah semangat. Anggota Brimob dan jajaran Polres bersemangat, menggenggam bibit jagung dengan tekad memperkuat ketahanan pangan. “16 hektar ini mungkin terlihat kecil. Tapi
Selain menanam, kegiatan ini juga menjadi momen edukasi. Polri bersama pemerintah daerah, satgas swasembada pangan, dan kelompok tani mendampingi proses distribusi pupuk, pemantauan lahan, hingga memastikan hasil panen terserap pasar.
Kapolda menegaskan, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Polri maupun masyarakat akan terus dioptimalkan. “Hujan boleh mengguyur, tapi semangat kami tetap membara. Jagung ini bukan sekadar tanaman, tapi benteng ketahanan pangan,” katanya.
Di tingkat nasional, kegiatan serupa berlangsung serentak di seluruh Indonesia, menandai komitmen Polri menjaga kedaulatan pangan di setiap daerah.
Dari Kendari, satu pesan heroik jelas terdengar: Polisi tak hanya mengamankan negara, tapi juga menanam masa depan pangan bangsa, satu bibit jagung dalam hujan deras sekaligus harapan rakyat.(*)






Tinggalkan Balasan