Soppeng, Katasulsel.com — Siang berubah malam di Anjungan Mangkawani bukan sekadar soal buka puasa biasa.
Minggu pekan lalu, lokasi yang sejak lama jadi ikon ruang publik Kabupaten Soppeng berubah menjadi epicentrum ekonomi Ramadan, dipenuhi lautan manusia yang datang bukan cuma buat kuliner—tapi ikut merasakan getaran politik ekonomi yang tersambung langsung ke Senayan.
Yang membuat suasana makin ramai bukan saja aroma serundeng dan es pisang ijo, tapi kehadiran anggota DPR RI, Teguh Iswara Suardi, yang jadi magnet utama malam itu.
Legislator muda dari Fraksi NasDem ini dipandang bukan sekadar wakil rakyat, tapi poros konektivitas antara aspirasi publik dan peluang ekonomi lokal di bulan suci.
Sejak sore, para pedagang kecil dan pelaku UMKM membanjiri lapak di sekitar Anjungan Mangkawani. Mereka menyajikan beragam menu buka puasa yang menggugah selera, dari kolak ubi sampai nasi kuning khas Soppeng—semuanya ludes ditransaksikan oleh pengunjung yang datang berbondong-bondong.
“Kalau suasana seperti ini tiap Ramadan, ekonomi rakyat makin bergerak,” ujar salah satu pedagang.
Kehadiran Teguh, yang juga aktif memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan aspirasi
Bukan sekadar silahturahmi politik, momentum ini berubah jadi pergerakan ekonomi rakyat nyata, di mana konsumsi publik bertemu strategi politik yang pro‑UMKM.
Pengunjung tak hanya datang untuk menikmati hidangan atau bertemu tokoh publik, tetapi juga memanfaatkan momen itu sebagai ajang networking usaha dan ruang diskusi informal tentang potensi market place yang lebih luas bagi produk lokal.
Banyak pedagang kecil disebut-sebut berhasil memasarkan produknya lewat lensasosial selama acara berlangsung, bahkan menerima pesanan online pasca‑event.
Dari sisi politik pemerintahan, ini jadi contoh konkret bagaimana legislator bisa menautkan suara publik dengan ruang ekonomi lokal.
Ramadan bukan sekadar soal puasa dan berbuka; ia menjadi arena sinergi sosial‑politik dan ekonomi rakyat—tempat wakil rakyat hadir bukan hanya memberikan janji, tetapi membuka ruang pasar yang lebih hidup bagi UMKM di Soppeng (*)

Tinggalkan Balasan