Kendari, katasulsel.com — Dua kapal sandar hampir bersamaan di pelabuhan. Penumpang turun satu per satu. Lalu ratusan lainnya menyusul.
Terminal yang ada tak mampu menampung semuanya.
Sebagian penumpang akhirnya berdiri di luar gedung. Ada yang menunggu sambil membawa koper. Ada pula yang memilih duduk di pinggir area pelabuhan.
Pemandangan itulah yang dilihat langsung Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, saat meninjau aktivitas di Pelabuhan Kendari.
Ia tidak langsung mengkritik. Yang pertama ia lakukan justru memberi apresiasi.
Menurutnya, petugas di lapangan bekerja sangat baik. Koordinasi antarinstansi terlihat rapi. Mulai dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), kepolisian, tenaga kesehatan, hingga unsur penyelamat.
“Saya melihat semua bekerja maksimal. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Namun setelah itu, Ridwan menyampaikan catatan penting.
Terminal penumpang, katanya, sudah tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang datang.
Kapasitas terminal saat ini hanya sekitar 400 sampai
Selisih itulah yang membuat sebagian penumpang harus berada di luar ruangan.
Bagi Ridwan, kondisi itu tidak boleh dibiarkan terus terjadi.
“Penumpang jangan sampai terlantar di luar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat yang menggunakan transportasi laut adalah penumpang yang membayar tiket dan berhak mendapatkan pelayanan yang nyaman.
Karena itu, Ridwan mengaku sudah mencoba menghubungi pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Tujuannya jelas: mendorong pembangunan terminal baru di pelabuhan Kendari.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar terminal baru bisa segera dibangun,” tegasnya.
Ridwan menilai, pelabuhan adalah pintu gerbang daerah. Jika pintu itu sempit, yang terlihat pertama kali oleh penumpang adalah ketidaknyamanan.
Dan bagi Kendari, kata dia, itu tentu bukan citra yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan