Jakarta, Katasulsel.com – Nomor 9 yang kini melekat di fairing motor Veda Ega Pratama bukan sekadar angka tempelan di lintasan Moto3. Di baliknya, ada cerita perubahan besar, transisi identitas, hingga simbol perjalanan seorang pembalap muda Indonesia menuju panggung tertinggi balap dunia.

Saat resmi melangkah ke Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia, Veda tidak lagi bisa menggunakan nomor 54 yang selama ini begitu identik dengannya di level junior. Nomor tersebut sudah dipakai pembalap lain di berbagai kelas Grand Prix, memaksanya membangun identitas baru di level dunia.

Dari situ, lahirlah nomor 9—angka yang sederhana, tetapi perlahan mulai membentuk cerita baru dalam kariernya. Nomor ini sebenarnya bukan hal asing bagi Veda. Di sejumlah ajang nasional dan level junior, angka 9 pernah ia gunakan, sehingga keputusan ini bukan benar-benar meninggalkan masa lalu, melainkan mengubah bentuknya.

Perubahan dari 54 ke 9 juga menyimpan makna emosional yang lebih dalam. Nomor 54 selama ini lekat dengan masa kecil dan perjalanan awalnya di dunia balap, sementara nomor 9 kini menjadi penanda fase profesionalnya di kejuaraan dunia. Satu angka mewakili akar, satu lagi mewakili langit yang lebih luas.

Di balik itu, ada pula sisi filosofi yang membuat angka 9 terasa semakin “hidup”. Dalam beberapa interpretasi yang berkembang di sekitar Veda, angka ini dianggap sebagai simbol siklus yang hampir sempurna sebelum kembali ke awal, serta diyakini memiliki keterkaitan unik dengan perjalanan angka 54 yang jika dijumlahkan menghasilkan 9. Hal-hal semacam ini membuat nomor tersebut terasa bukan sekadar pilihan teknis, tetapi juga memiliki makna personal.

Menariknya, sejak mengenakan nomor 9, Veda langsung menunjukkan adaptasi cepat di Moto3. Ia mampu tampil kompetitif sejak awal musim, bersaing di kelompok depan, dan beberapa kali mencatat hasil yang menempatkannya di barisan lima besar. Kondisi ini membuat sebagian pengamat mulai mengaitkan nomor 9 sebagai awal dari “era baru” dalam kariernya.

Lebih dari sekadar angka balap, nomor 9 kini menjadi simbol perubahan level. Dari pembalap muda Asia yang berjuang di kelas junior, Veda kini resmi masuk ke panggung dunia, bersaing dengan nama-nama terbaik di Moto3.

Pada akhirnya, nomor 9 bagi Veda Ega Pratama bukan hanya identitas di lintasan, tetapi juga penanda bahwa ia sudah memasuki babak baru—lebih besar, lebih berat, dan jauh lebih menantang dari sebelumnya. (*)