Jakarta, Katasulsel.com — Di tengah munculnya banyak partai politik yang kerap dikaitkan dengan kekuatan modal dan kelompok elite, Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, justru mengklaim partainya tumbuh dengan cara berbeda.

Menurut Asri, Partai Gerakan Rakyat tidak dibangun oleh segelintir pemodal besar atau kepentingan oligarki. Sebaliknya, partai yang baru dideklarasikan pada Januari 2026 itu lahir dari kerja bersama ribuan kader yang bergerak dari daerah hingga tingkat nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Asri Tadda usai menghadiri proses pengajuan pengesahan badan hukum Partai Gerakan Rakyat di Kementerian Hukum RI, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Di hadapan kader dan pengurus yang hadir, Asri menegaskan bahwa perjalanan partainya hingga mencapai tahap pendaftaran badan hukum merupakan hasil kerja panjang yang dilakukan secara kolektif.

“Banyak yang melihat hasilnya hari ini. Tetapi di balik itu ada kerja keras kawan-kawan di daerah yang bergerak tanpa pamrih. Ini lahir dari semangat gotong royong, bukan karena dukungan oligarki,” kata Asri.

Baginya, keberhasilan Partai Gerakan Rakyat mengantongi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di seluruh 38 provinsi merupakan bukti bahwa mesin organisasi berjalan secara nyata hingga ke akar rumput.

Proses tersebut menjadi syarat penting sebelum partai dapat memperoleh pengesahan badan hukum dari pemerintah.

Asri mengaku bangga karena capaian itu diraih melalui keterlibatan pengurus mulai tingkat DPC, DPD, DPW hingga DPP yang bekerja serentak di seluruh Indonesia.

Ia menyebut perjuangan para kader menjadi fondasi utama berdirinya Partai Gerakan Rakyat.

“Kami patut berterima kasih kepada seluruh pengurus dan kader. Tanpa kerja keras mereka, mustahil seluruh SKT di 38 provinsi bisa dituntaskan,” ujarnya.

Meski berhasil mencapai salah satu tahapan penting, Asri mengingatkan bahwa perjalanan partai masih sangat panjang.

Menurutnya, memperoleh badan hukum bukan garis akhir, melainkan langkah awal untuk membangun kekuatan politik yang benar-benar dekat dengan masyarakat.

“Tahap ini patut disyukuri. Tetapi perjuangan sesungguhnya masih di depan mata. Tantangan berikutnya jauh lebih besar,” katanya.

Asri menegaskan Partai Gerakan Rakyat ingin hadir sebagai wadah politik yang berpijak pada kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan segelintir kelompok.

Karena itu, semangat gotong royong yang mengiringi kelahiran partai diharapkan tetap menjadi identitas utama organisasi ke depan.

“Partai Gerakan Rakyat hadir dari rakyat, dibangun oleh rakyat, dan akan berjuang untuk kepentingan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pada Kamis (23/7/2026), Partai Gerakan Rakyat resmi mengajukan permohonan pengesahan badan hukum ke Kementerian Hukum RI setelah melengkapi seluruh persyaratan administrasi nasional.

Momen tersebut sekaligus menjadi penanda babak baru bagi partai yang belum genap berusia satu tahun, namun telah berhasil membentuk struktur organisasi dan memperoleh legalitas administratif di seluruh provinsi Indonesia. (*)

Topik Terkait: Politik