Sidrap, katasulsel.com β€” Banyak perantau datang ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan satu tujuan: bekerja dan mencari penghasilan. Setelah itu, sebagian besar memilih tinggal di kamar kost sambil menabung untuk masa depan.

Namun tidak demikian dengan Melati. Sebutlah namanya seperti itu.

Gadis 19 tahun asal Makassar itu membuat keputusan yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh sebagian teman-temannya.

Baru dua bulan tinggal di kamar kost di Sidrap, Melati justru memilih berhenti menyewa dan beralih mengangsur rumah BTN subsidi.

Keputusan itu sempat dianggap nekat.

Bagaimana tidak, saat itu usianya masih belia. Pekerjaannya hanya sebagai pelayan di salah satu kafe tempat hiburan malam di Sidrap. Penghasilannya pun tidak bisa disebut besar.

Tetapi ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya setiap akhir bulan.

Uang kost.

Setiap bulan ia harus mengeluarkan sekitar Rp500 ribu hanya untuk menyewa satu kamar sederhana.

Nominal itu mungkin terlihat kecil. Namun bagi Melati, uang tersebut perlahan terasa seperti menguap tanpa meninggalkan jejak.

“Setiap bayar kost, saya selalu berpikir, bulan depan bayar lagi, bulan depan bayar lagi. Sampai kapan?” kenangnya.

Pertanyaan itu ternyata menjadi titik balik.

Alih-alih mencari kost yang lebih murah, Melati justru mulai mencari informasi perumahan subsidi yang sedang berkembang di Sidrap.

Ia mendatangi lokasi perumahan, bertanya kepada teman, hingga menghitung ulang seluruh pengeluarannya.

Hasilnya membuatnya terkejut.

Besaran cicilan rumah subsidi ternyata tidak terpaut jauh dari biaya yang selama ini ia keluarkan untuk kost.

Di situlah keputusan besar itu diambil.

Saat banyak anak muda seusianya masih sibuk membeli barang elektronik terbaru atau menghabiskan penghasilan untuk gaya hidup, Melati memilih sesuatu yang berbeda.

Ia mengambil kredit rumah.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini