Keputusan tersebut sempat memunculkan berbagai komentar.

Ada yang menyebutnya terlalu berani.

Ada yang mengatakan dirinya terburu-buru.

Bahkan ada yang bertanya mengapa tidak menikmati masa muda terlebih dahulu.

Namun Melati memiliki jawaban sederhana.

Menurutnya, usia muda justru waktu terbaik untuk mulai memiliki aset.

“Kalau saya tunggu mapan dulu, mungkin harga rumah sudah jauh lebih mahal,” katanya.

Kini rumah kecil itu memang belum terlihat mewah.

Halamannya masih sederhana. Isi rumahnya juga belum lengkap.

Tetapi setiap kali membuka pintu sepulang kerja, ada perasaan yang berbeda.

Rumah itu bukan milik orang lain.

Rumah itu miliknya.

Di tengah pesatnya pembangunan perumahan di Sidrap dan meningkatnya jumlah perantau yang datang mencari pekerjaan, kisah Melati menjadi cerita yang banyak dibicarakan.

Bukan karena rumah yang dibelinya besar.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini