“Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya mendata. Ini fondasi arah kebijakan ekonomi lima tahun ke depan,” jelas Andi Asmarani.
SE2026 sendiri akan memotret seluruh aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian, mulai usaha mikro hingga perusahaan besar. Data itu nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, melihat peluang investasi, hingga memetakan pertumbuhan bisnis baru di Sidrap.
Yang menarik, Syaharuddin juga menenangkan para pelaku usaha agar tak khawatir soal perpajakan.
Menurutnya, data yang dikumpulkan murni untuk pemetaan ekonomi, bukan instrumen penarikan pajak.
Di akhir kegiatan, suasana “Ngibar” berlangsung interaktif. Sesi tanya jawab, simulasi pengisian digital, hingga keterlibatan perbankan, industri, energi, dan pelaku usaha besar menunjukkan satu pesan kuat: Sidrap tidak ingin sekadar tumbuh, tetapi tumbuh dengan data yang presisi.
Karena di tengah persaingan ekonomi daerah, Pemkab Sidrap tampaknya paham satu hal—siapa yang punya data kuat, dia punya arah pembangunan yang lebih pasti. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
