Sidrap, Katasulsel.com – Kelangkaan gas elpiji (LPG) 3 kilogram yang sempat memicu keresahan masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mendorong Pemerintah Kabupaten bergerak cepat melakukan langkah intervensi. Harga yang sempat menembus Rp40.000 per tabung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp23.000 menjadi sinyal serius gangguan distribusi di lapangan.

Bupati Sidrap kemudian memerintahkan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah, Muh. Haris Alimin, untuk segera melakukan koordinasi langsung dengan pihak Pertamina guna mencari solusi cepat atas kelangkaan yang terjadi.

Kondisi ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan LPG 3 kilogram yang terjadi bersamaan dengan musim tanam padi. Di lapangan, gas bersubsidi tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga banyak dimanfaatkan petani sebagai bahan bakar mesin pompa air, sehingga tekanan terhadap stok semakin tinggi.

Dari hasil koordinasi dengan pihak terkait, pemerintah daerah bersama Pertamina menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk menstabilkan kembali pasokan di wilayah Sidrap.

Salah satu langkah utama adalah penambahan pasokan harian atau extra dropping sebanyak 6.520 tabung per hari dalam periode 8 hingga 13 Juni 2026. Jumlah ini setara dengan kenaikan sekitar 50,7 persen dari alokasi normal, yang akan disalurkan melalui enam agen utama di wilayah tersebut.

Selain itu, pada 1 Juni 2026 telah lebih dulu dilakukan penyaluran tambahan bersifat fakultatif sebanyak 13.240 tabung, atau sekitar 102 persen dari target penambahan yang direncanakan sebelumnya. Langkah ini menunjukkan adanya upaya percepatan untuk menutup kekurangan stok di pasar.

Distribusi juga diperkuat hingga ke tingkat kecamatan. Empat wilayah yang menjadi fokus pemantauan langsung yakni Watang Pulu, Maritengngae, Tellu Limpoe, dan Panca Lautang, dengan jadwal distribusi dan pengawasan lapangan pada 11–12 Juni 2026.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan skema pasar murah LPG 3 kilogram sebagai bentuk intervensi harga. Program ini akan melibatkan armada distribusi langsung ke masyarakat untuk memastikan gas bersubsidi dapat diperoleh dengan harga sesuai ketentuan.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Sidrap, Muh. Haris Alimin, menegaskan bahwa koordinasi dengan Pertamina akan terus dilakukan secara intensif agar pola distribusi lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan, terutama saat musim tanam yang cenderung meningkatkan konsumsi secara signifikan.

Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada ketersediaan stok, tetapi juga pada pola distribusi yang harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan sektor pertanian agar tidak terjadi perebutan pasokan di tingkat masyarakat.

“Kami pastikan langkah-langkah ini segera dieksekusi agar stok kembali normal dan harga bisa stabil sesuai ketentuan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap rangkaian kebijakan ini dapat segera meredakan tekanan di lapangan. Masyarakat juga diminta berperan aktif mengawasi distribusi serta melaporkan jika ditemukan praktik penimbunan atau penjualan di atas harga yang telah ditetapkan.

Hingga saat ini, tim pemantau dari Bagian Ekonomi masih terus melakukan monitoring langsung di pangkalan resmi maupun pasar tradisional untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan sesuai sasaran. (*)