Jombang, katasulsel.com — Penyanyi dan tokoh publik Camellia Panduwinata Lubis, atau dikenal dengan nama panggung Camel Petir, dijadwalkan tampil dalam rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, Jawa Timur.
Camel Petir akan membawakan lagu religi, sholawat hingga lagu bertema kebangsaan dalam acara “Muktamar NU ke-35 Bersholawat Bersama Seribu Rebana Kabupaten Jombang”, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut akan berlangsung di kawasan Bazaar dan Expo Muktamar NU ke-35, Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Acara dijadwalkan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Camel Petir akan tampil bersama Seribu Rebana Jombang, kelompok seni rebana yang menjadi salah satu kesenian religi yang dikenal masyarakat setempat.
Sejumlah tokoh juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Abdurrozaq Sholeh, pengasuh Seribu Rebana KH Nurhadi atau Mbah Bolong, serta seniman dan budayawan Cak Sodiq.
Bagi Camel Petir, kesempatan tampil dalam rangkaian Muktamar NU ke-35 menjadi pengalaman yang istimewa.
Ia mengaku bahagia sekaligus merasa terhormat dapat hadir di tengah keluarga besar NU, terlebih kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
“Saya merasa sangat terhormat dan bahagia sekali bisa diundang hadir ke tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, apalagi di Muktamar yang begitu bersejarah ini dan bertempat di Bahrul Ulum, Jombang,” ujar Camellia, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, penampilan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan. Ia ingin lagu yang dibawakan dapat menjadi bagian dari pesan tentang persaudaraan, kecintaan kepada agama, sekaligus semangat menjaga persatuan bangsa.
“Insyaallah saya akan menyanyikan sholawat, lagu-lagu religi, serta karya-karya yang mengajak kita semua mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW,” katanya.
Ribuan Rebana Bakal Meriahkan Malam
Kolaborasi Camel Petir dengan Seribu Rebana Jombang diproyeksikan menjadi salah satu momen yang menarik dalam rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35.
Perpaduan musik rebana dengan lantunan sholawat dan lagu religi diharapkan menciptakan suasana yang khidmat sekaligus meriah bagi para jamaah yang hadir.
Camel Petir berharap kehadirannya dapat memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
“Semoga kehadiran saya bisa menambah sukacita dan menjadi sarana berkah bagi kita semua,” ucapnya.
Panitia menyambut positif kehadiran Camel Petir. Penampilannya dinilai dapat memperkaya rangkaian kegiatan yang mempertemukan unsur seni, budaya, dakwah dan kebangsaan.
Masyarakat, ulama, kiai, santri, tokoh masyarakat serta peserta Muktamar NU ke-35 pun diundang untuk mengikuti acara tersebut.
Melalui lantunan sholawat dan musik religi, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan persaudaraan.
Muktamar NU ke-35 sendiri menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dalam melanjutkan perjalanan organisasinya memasuki abad kedua, dengan semangat “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.”
