Penulis:
Sulistiawati

SIDRAP, KATASULSEL.COM — Banyak siswa mengira mudah lelah, sering mengantuk di kelas, sulit berkonsentrasi, atau cepat pusing hanyalah bagian dari aktivitas sekolah yang padat.

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal anemia, masalah kesehatan yang diam-diam mengintai kalangan remaja dan berpotensi menurunkan prestasi belajar.

Kekhawatiran itu mendorong Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program edukasi bertajuk “Cegah Anemia, Raih Prestasi” di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap.

Program tersebut menyasar siswa Kelas IX MTs DDI Amparita dan Kelas XII MA DDI Amparita pada 21 dan 25 Juli 2026.

Bukan tanpa alasan.

Remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan, ditambah pola makan yang sering kali belum memenuhi kebutuhan gizi harian.

Jika dibiarkan, anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu kemampuan belajar, konsentrasi, bahkan menurunkan kepercayaan diri siswa.

Karena itu, tim KKN memilih turun langsung ke ruang kelas untuk memberikan pemahaman yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh para pelajar.

Kegiatan diawali dengan pre-test guna mengukur sejauh mana pengetahuan siswa mengenai anemia dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Hasilnya menunjukkan masih ada siswa yang belum memahami penyebab anemia maupun manfaat TTD bagi kesehatan tubuh.

Melihat kondisi tersebut, tim KKN kemudian memberikan edukasi secara interaktif mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan anemia.

Mulai dari penyebab, tanda dan gejala, dampak terhadap kesehatan, hingga pengaruhnya terhadap prestasi akademik.

Para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat Tablet Tambah Darah, cara mengonsumsinya dengan benar, hingga tips mengurangi efek samping yang sering dikeluhkan sebagian remaja.

Tak hanya itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C sebagai langkah sederhana untuk membantu mencegah anemia.

Suasana edukasi berlangsung hidup.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik.

Banyak siswa yang mengaku baru mengetahui bahwa anemia dapat memengaruhi daya pikir dan kemampuan konsentrasi saat belajar.

Sebagian lainnya penasaran mengenai alasan mengapa remaja, terutama perempuan, dianjurkan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah.

Tim KKN menjawab berbagai pertanyaan tersebut dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami peserta.

Setelah materi selesai disampaikan, kegiatan ditutup dengan post-test untuk melihat sejauh mana peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi.

Selain itu, setiap peserta juga menerima leaflet yang berisi informasi penting mengenai anemia dan cara pencegahannya agar dapat dipelajari kembali di rumah.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kesehatan remaja memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan.

Remaja yang sehat cenderung memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dibandingkan mereka yang mengalami gangguan kesehatan seperti anemia.

“Kesehatan remaja menentukan kapasitas belajar mereka. Dengan pengetahuan yang benar dan pemantauan rutin, pemberian Tablet Tambah Darah dapat menurunkan risiko anemia sehingga siswa lebih fokus dan produktif di sekolah,” ungkap tim pelaksana.

Melalui program ini, mahasiswa berharap semakin banyak pelajar memahami pentingnya menjaga kadar hemoglobin dalam tubuh, rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, serta menerapkan pola makan bergizi seimbang.

Sebab di balik nilai rapor yang baik dan prestasi akademik yang membanggakan, ada satu faktor penting yang sering terlupakan: kondisi kesehatan yang prima.

Dan bagi para siswa di Amparita, perang melawan anemia kini dimulai dari ruang kelas mereka sendiri.

Topik Daerah:
SidrapWajoPinrangParepareBarruSoppengEnrekang
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini