“Kami juga sesekali harus ke luar negeri menghadari ragam even”, kata Vickner.
Selain aktif sebagai dosen, Vikner mengutarakan, menaruh banyak waktu buat pengabdian menjadi pengurus gereja HKBP.
“40 tahun lebih saya ikut bergabung menjadi pengurus HKBP dan menjadi donatur”, kata Vickner.
Pada kegiatan sosial dan adat istiadat, Vickner mengutarakan, memenmapti posisi penasehat PPTSB (Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru Bere). Lewat wadah ini, ia berkontribusi memajukan generasi muda khususnya marga Sinaga dalam bidang pendidikan dan politik.
“Saya berjuang memenangkan Lamhot Sinaga dan Mangihut Sinaga menjadi anggota DPR RI. Banyak anak sekolah kita tolong”, ungkap Vickner.
Dituturkan, pertarungan mengikuti Pilkada Dairi hanya dipersiapkan selama 6 bulan.
Awalnya, beberapa elemen termasuk tokoh Dairi di Jabodatek memintanya maju. Namun, mentah-mentah ditolak.
“Saya sudah selesai dengan diri sendiri. Ingin menjalani usia senja dengan berbagai aksi kemanusiaan dan kerohanian”, jawabnya.
Maksudnya apa? Anak sudah bekerja semua. Hidup cukup. Pekerjaan lumayan. Tamatnya dari kampus top UGM, UI, ITS dan ITB, kata Vickner. Menurutnya anugerah yang diterima dari Tuhan berlimpah ruah. Dan, berusaha menjadi saluran berkat.
“Saya hanya orang desa dari Sidikalang. Berhasil masuk Universitas Sumatera Utara (USU) Medan dan langsung kerja di PLN hingga menempati posisi eksekutif. Hidup sudah tenang”, kata Vickner.
Beberapa waktu kemudian, kata Vickner, komunitas lain datang membujuknya agar ikut tarung. Ia tetap pada pendirian, tidak. Ada lagi pasang siasat memunculkan namanya di media.
Ketua DPRD, Sabam Sibarani, kata Vicner menghampirinya di Jakarta. Rayuannya sama. Mengajak pulang kampung. Sabam mengemukakan ragam argumen. Lagi-lagi, dijawab, no.
Pun begitu, ajakan tersebut dibawa ke rumah. Ia bertanya kepada istri, Lintong Rita Puspita Situmorang, para si buah hati dan menantu.
“Semua anak perempuan bilang, tidak usah.Sementara menantu bilang, kalau boleh, jangan sebatas king maker seperti selama ini. Sekali-sekali jadi king”, kenangnya disertai tawa.
Namun, hatinya luluh bercampur bara kala menerima kedatangan Tina Sinaga seorang PNS, istri Sabam.
Tina mengungkap rasa sakit di hati. Kalau ia bertemu seorang PNS, esok lusa, PNS itu akan dipanggil Romi.
“Tina dihindari teman PNS. Tak banyak teman ngomong”, ujar Vickner mengacu rintihan perempuan tean sekampungnya.
