Tina juga membuka tabir komunikasi antar peabat yang renggang. Hubungan Bupati dan Wakil Bupati tidak bagus. Begitu juga Bupati dan ketua DPRD, kurang akur.

Curhan dan luka itu membuat darahnya mendidih.

“Saya membantu Eddy Berutu menjadi Bupati tetapi dia bikin begitu sama boru saya…saya maju”, tandasnya.

Sejak itu, tangannya dikepal bersiap terjun ke gelanggang. Vicner mendaftar ke beberapa partai politik. Ia mengungkap, harusnya, Eddy Berutu diusung Partai Golkar karena berstatus Ketua DPD Golkar Dairi dan incumben. Tetapi, hasil survei menunjukkan, Vickner unggul jauh.

“Saya ketemu dengan ketua Golkar Sumut,Musa Rajekshah dan pengurus DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung di Medan. Disepakati, saya diusung”, kata Vickner.

Vickner membenarkan, Eddy Berutu pernah berjumpa dengannnya sembari minta dukungan. Abang dukung saya, kan, kata Eddy kala itu.

Vickner berpasangan dengan Wahyu Daniel Sagala diusung Golkar, PKS dan Perindo. Realitasnya, menang. Sedang Eddy Berutu-Depriwanto Sitohang berada di posisi ke 3.

Ia tidak menepis, mengeluarkan cost politik dalam kuantita besar. Namun, ia tak terlalu memikirkannya.

“Kalau dikalkukasi, tak mungkin modal kembali. Tidak mungkin balik modal. Itu sudah diikhlaskan. Selagi Tuhan memberi waktu, kami melakukan yang terbaik”, kata dia.

Dia mencontohkan bisnis rugi. Ia bersama Pantur Silaban membangun Hotel Berristera di Sitinjo tahun 1991. Tujuan utama, sebagai fasilitas praktek buat siswa SMK Prima. Setiap hari, 40 orang bekerja di hotel bintang 1 itu. Dari sisi keuangan, jelas rugi. Tetapi, itulah namanya peduli kampung halaman. Banyak pelajar mendapat pengetahuan dengan biaya irit.

Dalam usia yang kian renta, ia tak membantah kondisi fisik menurun.

“Apakah saya mengeluh kesakitan selama kita ngobrol 2 jam? Orang bilang, Bupati kena kanker ini kena itu. Berobat ke Penang dan macam-macam. Sampai pukul satu nanti, kami masih bekerja”, kata Vickner.

Pun begitu, ia menghadapi kendala memajukan daerah ini. Otonomi daerah berdampak buruk. Tahun 2024, APBD Dairi berada di angka Rp1,4 triliun. Tahun 2025, melorot di bilangan Rp1,1 trilun. Tahun 2026 tinggal Rp1 triliun.

“Anggaran dipangkas. Efisisensi. Pusat yang membuka keran pengangkatan honor menjadi PPPK, tetapi gaji ditampung di APBD. Itu, belum lagi dikurangi biaya perjalanan dinas”, kata Vickner.

🔥 TRENDING
MBG untuk Siapa?

Karenanya, kepala daerah harus intens melobby ke berbagai sumber pembiayaan termasuk dukungan swasta.

Benarkah ucapan Tina terkait Romi? Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Atau dinanti respons pesan elektronik darinya.

Namun harus diakui, pasangan Eddy Berutu-Jimmy Sihombing, pecah kongsi tak lama setelah dilantik. Jimmy melakukan perlawanan terbuka. Disaksikan banyak mata, Eddy tak berikutik. (*)