Jakarta, Katasulsel.com – Di tengah tantangan rendahnya budaya riset di kalangan mahasiswa Indonesia, dosen Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten mampu melahirkan generasi peneliti muda. Selama empat tahun terakhir, ia mendampingi 81 mahasiswa hingga menghasilkan 41 publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional.

Capaian tersebut menjadikan ruang perkuliahan tidak hanya sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga laboratorium lahirnya karya ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan ilmu akuntansi. Bagi Dr. Aras, mahasiswa bukan sekadar peserta kuliah, melainkan mitra dalam proses penelitian yang didorong untuk berpikir kritis, menulis, dan memublikasikan hasil risetnya.

Dikenal sebagai akademisi yang aktif meneliti bidang Indigenous Accounting, Cultural Accounting, Accountability, Social Audit, dan Accounting Ethics, Dr. Aras secara konsisten mengembangkan kajian akuntansi berbasis nilai-nilai budaya Indonesia. Rekam jejak akademiknya dapat ditelusuri melalui profil Google Scholar dan SINTA, yang menunjukkan fokus penelitian pada budaya Bugis, Jawa, Betawi, Minangkabau, hingga Sunda sebagai perspektif dalam pengembangan ilmu akuntansi kontemporer.

Berdasarkan rekapitulasi pendampingan riset melalui akun Google Scholar miliknya selama periode 2023–2026, tercatat sebanyak 81 mahasiswa terlibat dalam kolaborasi penelitian yang menghasilkan 41 publikasi ilmiah. Rinciannya terdiri atas 11 artikel di jurnal nasional bereputasi, 25 artikel pada jurnal internasional, 3 prosiding internasional, serta 1 artikel pada jurnal nasional nonterakreditasi sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik.

“Riset tidak boleh berhenti di ruang kelas. Mahasiswa perlu dilibatkan sejak proses merumuskan masalah, menyusun metodologi, menganalisis data, hingga menulis artikel ilmiah agar mereka memiliki pengalaman akademik yang utuh sekaligus mampu menghasilkan publikasi yang berkualitas,” ujar Dr. Muhammad Aras Prabowo.

Berbagai publikasi tersebut mengangkat tema yang beragam, mulai dari etika akuntansi berbasis budaya lokal, tata kelola pemerintahan, akuntansi pesantren, pencegahan fraud, akuntansi lingkungan, transformasi digital, penguatan akuntabilitas sektor publik, hingga pemberdayaan masyarakat. Ragam tema itu menunjukkan upaya menghubungkan teori akuntansi dengan realitas sosial serta nilai-nilai budaya Indonesia sehingga menghasilkan riset yang relevan secara akademik maupun praktis.

Model pembimbingan yang diterapkan menempatkan mahasiswa sebagai rekan kolaborasi dalam penelitian. Mereka didampingi sejak penyusunan ide, penentuan metode penelitian, proses analisis data, hingga penyusunan artikel sesuai standar jurnal ilmiah. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas penelitian, tetapi juga membangun budaya akademik yang menekankan integritas, kedisiplinan, dan etika ilmiah.

“Keberhasilan seorang dosen bukan hanya diukur dari jumlah artikel yang dipublikasikan, tetapi juga dari seberapa banyak mahasiswa yang tumbuh menjadi peneliti, penulis, dan akademisi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui karya ilmiah,” tambahnya.

Pendampingan riset yang dilakukan Dr. Muhammad Aras Prabowo menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional ketika memperoleh bimbingan yang sistematis dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar mengejar angka publikasi, proses tersebut membentuk karakter akademik mahasiswa agar mampu berpikir kritis, menjunjung tinggi integritas penelitian, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah upaya perguruan tinggi meningkatkan kualitas riset nasional, kisah ini menjadi contoh bahwa perubahan dapat dimulai dari ruang kelas. Dari satu diskusi, satu naskah penelitian, dan satu proses pendampingan, lahir generasi peneliti muda yang siap membawa nama Indonesia ke panggung ilmiah dunia.

Topik: Pendidikan