Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Bank Sampah, hingga keterlibatan langsung pemerintah desa dalam mendampingi petani menjadi nilai tambah yang mendapat perhatian tim penilai.
Kepala Dinas PMD Sulawesi Selatan, Muhammad Saleh, bahkan mengaku sudah beberapa kali melintasi Desa Kalosi Alau sejak 2024 hingga awal 2025.
Menurutnya, desa tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat positif dengan lingkungan yang bersih, tertata, dan memiliki wajah pembangunan yang jelas.
“Saya kira tidak salah Pemda Sidrap menetapkan Desa Kalosi Alau sebagai yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Sidrap pada Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, lomba desa bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi sarana untuk mendorong lahirnya inovasi dan model pembangunan yang bisa diterapkan di daerah lain.
Di sisi lain, Syaharuddin Alrif juga memaparkan berbagai program unggulan Pemerintah Kabupaten Sidrap yang saat ini menjadi motor percepatan pembangunan daerah.
Lima program prioritas yang dijalankan yakni Sidrap Bersih, Sidrap Berkah, Sidrap Bercahaya, Sidrap Aman dan Religius, serta Sidrap Maju dan Sejahtera.
Program tersebut diarahkan untuk mewujudkan target besar Sidrap sebagai Lumbung Beras Indonesia, Lumbung Telur Indonesia, Lumbung Energi Terbarukan Indonesia, serta pusat penghafal Al-Qur’an di Indonesia.
Menurut Syaharuddin, keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, kelompok tani, PKK, hingga masyarakat.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
