Enrekang, Katasulsel.com β Tak semua perjalanan hanya tentang tujuan. Bagi Bupati Enrekang, Yusuf Ritangnga, perjalanan menuju Desa Bone Bone justru menjadi momen menikmati wajah asli Kabupaten Enrekang yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat.
Melintasi Desa Salukanan dan Desa Kendenan, hamparan sawah hijau membentang sejauh mata memandang. Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan lanskap alam yang masih alami, menghadirkan suasana tenang yang sulit ditemukan di banyak tempat.
Di balik keindahan itu, tersimpan salah satu kekayaan paling berharga milik Enrekang, yakni Pulu Mandoti. Beras ketan khas yang dikenal karena aroma harumnya yang khas dan cita rasanya yang istimewa itu tumbuh di kawasan ini, menjadikan Bone Bone sebagai daerah yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan warisan pangan lokal.
“Setiap kali melewati jalur ini, kita diingatkan bahwa Enrekang memiliki alam yang luar biasa. Keindahan ini harus kita jaga bersama, begitu pula Pulu Mandoti yang menjadi kebanggaan masyarakat,” ujar Yusuf Ritangnga.
Menurutnya, potensi alam dan pertanian yang dimiliki Bone Bone merupakan kekuatan besar yang dapat terus dikembangkan, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Perjalanan menuju Bone Bone akhirnya bukan sekadar menempuh jarak. Bagi banyak orang, jalur ini adalah perjalanan menikmati identitas Enrekangβnegeri pegunungan yang memadukan panorama alam, budaya, dan aroma khas Pulu Mandoti dalam satu pengalaman yang sulit dilupakan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
